Penentuan Jumlah Pemesanan Optimal pada Sistem Persediaan Multi Item Single Supplier untuk Meminimalkan Total Biaya (Studi Kasus pada PT. Mega Andalan Kalasan Yogyakarta)
| dc.contributor.author | Asfiandi, 01522309 | |
| dc.date.accessioned | 2020-07-29T05:40:52Z | |
| dc.date.available | 2020-07-29T05:40:52Z | |
| dc.date.issued | 2007 | |
| dc.description.abstract | Joint Replenishment Order (JRO) dapat terjadi ketika suatu perusahaan membeli sejumlah produk dari supplier luar atau memproduksi sendiri secara internal dimana pemesanan yang dilakukan terjadi pada beberapa item dalam satu satuan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kuantitas pemesanan yang optimal dengan membandingkan jumlah besaran biaya yang dikeluarkan oleh PT. MEGA ANDAEAN KALASAN apabila perusahaan tersebut melakukan pemesanan dengan interval order yang sama dan atau pemesanan dengan multiple interval order. Penelitian ini melalui empat langkah, pertama pemesanan item produk dilakukan sesuai dengan kebijakan Economics Order Quantity (EOQ) JRO untuk optimal aggregate lot size. Kedua, pemesanan item produk dilakukan sesuai dengan kebijakan EOQ JRO dengan multiple interval order menggunakan algoritma Brown. Ketiga, pemesanan item produk dilakukan sesuai dengan kebijakan EOQ JRO dengan multiple interval order menggunakan algoritma Silver. Keempat, pemesanan item produk dilakukan sesuai dengan kebijakan EOQ JRO dengan multiple interval order menggunakan algoritma Kaspi dan Rosenblatt. Melalui perhitungan kemudian dibandingkan metode mana yang menghasilkan biaya terkecil. Kuantitas Pemesanan yang Optimal dalam satuan rupiah dan unit untuk masing-masing item sebesar Plat Mild Steel (MS) 1.8 sebesar Rp. 24926079.69 dan 85 unit, Plat Mild Steel (MS) 2.8 sebesar Rp. 39272280.66 dan 86 unit, Plat Mild Steel (MS) 3.8 sebesar Rp. 37449866.6^ dan 59 unit, Plat Mild Steel (MS) 4.8 sebesar Rp. 18576440.34 dan 24 unit, Plat Mild Steel (MS) 1.2 sebesar Rp. 26232883.87 dan 105 unit. Plat Galvanis 1.0 sebesar Rp. 31619387.79 dan 124 unit, Plat Galvanis 0.9 sebesar Rp 87048493.19 dan 297 unit, Plal Galvanis 1.1 sebesar Rn. 79948419.54 dan 278 unit, Plat St Steel HA (304) 1.0 sebesar Rp. 71223955.6 dan 56 unit, Plat St Steel DOF (304) 1.5 sehesar Rp. 35665975.25 dan 17 unit, Plat Si Steel DOF 2.0 sebesar Rp. 30293887.33 dan 12 unit, Plat St Steel DOF 3.0 sebesar Rp. 38463306.64 dan 10 unit. Dengan Total Cost sebesar Rp. 9,023,918,106.19 danpenghematan sebesar 92,410.01. Kata kunci: Joint Replenishment Order, The optimal aggregate lot size, The optimal order quantity, multiple, interval order. | en_US |
| dc.identifier.uri | http://hdl.handle.net/123456789/23045 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Penentuan Jumlah Pemesanan Optimal | en_US |
| dc.subject | Sistem Persediaan | en_US |
| dc.subject | Multi Item Single Supplier | en_US |
| dc.subject | Meminimalkan Total Biaya | en_US |
| dc.subject | Studi Kasus pada PT. Mega Andalan Kalasan Yogyakarta | en_US |
| dc.title | Penentuan Jumlah Pemesanan Optimal pada Sistem Persediaan Multi Item Single Supplier untuk Meminimalkan Total Biaya (Studi Kasus pada PT. Mega Andalan Kalasan Yogyakarta) | en_US |