Perbandingan Quantity Take off Berbasis BIM dengan Konvensional Terhadap Volume Realisasi pada Pekerjaan Struktural (Studi Kasus: Proyek Gedung OSCE Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Perhitungan volume pekerjaan sruktural dengan metode konvensional secara manual
menggunakan bantuan Microsoft Excel memiliki resiko kesalahan yang cukup tinggi, terutama pada
bangunan yang kompleks. Hal ini disebabkan oleh tikat kompleksitas perhitungan yang
meningkatkan kemungkinan kesalahan manusia. Metode Building Information Modeling (BIM)
menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir kekurangan tersebut. Penelitian ini memilki tujuan
membandingkan volume pekerjaan struktural menggunakan metode BIM, metode konvensional
berdasarkan hasil realisasi di lapangan.
Penelitian ini berlokasi pada Gedung OSCE Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Indonesia. Pada penelitian dilakukan perbandingan quantity take off metode BIM dan konvensional
terhadap realisasi. Dalam menerapkan konsep BIM pada penelitian ini maka dibutuhkan software
pendukung. Software pendukung pada penelitian ini adalah Tekla Structure 24 Student Version.
Pada penelitian ini dilakukan tahapan penelitian mulai dari studi literatur, pengumpulan data,
pemodelan 3D, hingga didapatkan volume rencana metode BIM.
Setelah dilakukan penelitian hasil yang didapat menunjukan bahwa metode BIM
menghasilkan selisih volume terkecil dibandingkan metode konvensional. Volume menggunakan
konsep BIM yang dibandingkan dengan realisasi menghasilkan selisih pembesian sebesar 1.491,61
Kg lebih besar pada hasil realisasi di lapangan. Sedangkan pada pembetonan didapatkan selisih
sebesar 12,51 m3
lebih besar pada realisasi di lapangan. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan
penggunaan konsep BIM menjadi lebih tepat karena volume beton maupun pembesian memiliki
selisih terkecil terhadap hasil realisasi di lapangan.