Kajian Aktivitas Antibakteri pada Tanaman Genus Amaranthus: Scoping Review
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Infeksi bakteri menjadi salah satu masalah kesehatan global, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Kondisi ini menyebabkan infeksi lebih sulit diobati dan meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, penggunaan tanaman herbal menjadi alternatif karena mudah diperoleh dan mengandung beragam senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Salah satu kelompok tanaman yang potensial adalah tanaman genus Amaranthus. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi antibakteri tanaman Amaranthus berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis Extension for Scoping Review (PRISMA-ScR). Pencarian artikel dilakukan melalui basis data ScienceDirect, PubMed, dan Scopus, dan menghasilkan 5.593 artikel. Setelah melalui tahapan identifikasi, skrining, dan eligibilitas, didapatkan 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Dari artikel yang lolos seleksi, dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan review. Hasil: Sebanyak 21 artikel dianalisis, yang sebagian besar merupakan studi in vitro. Tanaman dari genus Amaranthus menunjukkan aktivitas antibakteri yang bervariasi. Senyawa fatty acid (14E, 18E, 22E, 26E)-methyl nonacosa-14, 18, 22, 26 tetraenoate yang diperoleh dari fraksi kloroform A. spinosus mampu menghambat bakteri Gram negatif dan positif dengan rentang MIC 25-50 μg/ml, kecuali pada S. typhimurium (100 μg/ml). Ekstrak metanol dari aerial A. viridis memiliki aktivitas antibakteri Gram positif (12.27-125 μg/ml) dan Gram negatif (24- 125 μg/ml). Ekstrak lipid dari serbuk sari A. retroflexus hanya memiliki aktivitas terbaik pada bakteri Gram positif (0.89 dan 1.78 μg/ml). Simpulan: Tanaman dari genus Amaranthus berpotensi untuk digunakan sebagai antibakteri karena kandungan fitokimianya. Diperlukan eksplorasi lebih lanjut untuk mengembangkan senyawa aktif dari tanaman ini menjadi antibakteri yang efektif dan aman digunakan.