<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Planetarium di Jogjakarta Simbolisme Perjalanan Alam Semesta Ke Dalam Arsitektur

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Astronomi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan, yaitu ilmu yang mempelajari tentang planet, bulan, bintang, galaksi dan alam semesta. Menurut Harley Wood (1973) dalam ilmu Astronomi yang harus dibentuk atau diungkapkan adalah: "Interdepensi pemikiran secara terus menerus dan penuh tanda tanya, dimana hal ini dilakukan metode secara fisik yaitu penglihatan (Visual) yang merupakan alat utama untuk menginvestigasi alam semesta". Sehingga planetarium memang merupakan wadah yang penting untuk menunjang dalam mempopulerkan ilmu Astronomi dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat secara visual untuk membantu imajinasi untuk menggambarkan yang terjadi di jagad raya yang memang penuh misteri. Tujuan dan penulisan ini adalah membangun sebuah fasilitas berupa Planetarium yang berfungsi sebagai gedung pertunjukkan yang terdiri dari seperangkat alat perlengkapan proyektor yang memproyeksikan secara akurat kedudukan bintang pada setiap saat tertentu, apakah saat sebelumnya, sekarang, maupun pada saat yang akan datang, dan berbagai titik pandang di bumi maupun dan angkasa luar. Arsitektur adalah sebuah ilmu yang bersifat universal karena arsitektur memiliki keterkaitan yang luar biasa pada seluruh kegiatan manusia sehari-hari, maka dari itu arsitektur selalu diusahakan untuk mampu berjalan berdampingan dengan segala perkembangan yang membawa perubahan dan kemajuan dalam semua aspek kehidupan manusia. Tetapi kenyataan yang ada bahwa arsitektur, khususnya di Indonesia, arsitektur hanyalah merupakan produk profesional yang mudah dipasarkan diiringi pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang modern. Bahkan arsitektur Indonesia juga ikut serta dalam menciptakan gaya hidup yang cendrung mengkotakkan diri, anonim dan bisu, tanpa adanya kandungan makna. Dan fenomena tersebut, penulis mencoba untuk mengembangkan keterkaitan ( link and match ) antara arsitektur dengan ranah pengetahuan yang lain dengan mengekploitisir alam wacana yang berkaitan dengan astronomi yaitu perjalanan alam semesta. Kemudian desain arsitektur mulai dibentuk berdasarkan pendekatan makna yang diterjemahkan menjadi simbol-simbol perjalanan alam semesta ke dalam arsitektur.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By