<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kesenjangan Penerapan ISO 9001:2015 Menggunakan Metode Clause Based Assessment pada Layanan Sertifikasi PT Sucofindo Batam

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 merupakan salah satu upaya organisasi dalam meningkatkan efektivitas proses bisnis, menjamin konsistensi mutu layanan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. PT Sucofindo Batam sebagai lembaga sertifikasi telah mengimplementasikan ISO 9001:2015 dalam penyelenggaraan layanan sertifikasi. Namun, implementasi SMM perlu dievaluasi secara berkala untuk mengetahui tingkat kematangan penerapannya serta mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kematangan penerapan ISO 9001:2015, mengidentifikasi kesenjangan dan menentukan area prioritas, serta menyusun rekomendasi perbaikan pada layanan sertifikasi PT Sucofindo Batam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan checklist Clause-Based Assessment berdasarkan Klausul 4 hingga Klausul 10 ISO 9001:2015. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pengukuran maturity level dan gap analysis untuk membandingkan kondisi aktual dengan tingkat kematangan yang ditargetkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kematangan keseluruhan sebesar 2,73 dan berada pada Level 3 (Managed). Klausul 9 memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,33, sedangkan Klausul 5 dan Klausul 8 berada pada Level 2 (Defined) dengan nilai masing-masing sebesar 2,40 dan 2,43 serta nilai kesenjangan sebesar 0,60 dan 0,57. Meskipun Klausul 5 memiliki kesenjangan terbesar, Klausul 8 dipilih sebagai fokus perbaikan karena mengatur proses inti operasional yang berhubungan langsung dengan konsistensi dan kualitas layanan sertifikasi. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa permasalahan utama berkaitan dengan belum terstandarnya instrumen verifikasi, belum terjadwalnya monitoring operasional dan evaluasi penyedia eksternal, serta belum konsistennya pengendalian informasi terdokumentasi. Rekomendasi perbaikan meliputi standardisasi checklist pengendalian dan verifikasi operasional, penjadwalan evaluasi penyedia eksternal, serta monitoring tindakan korektif yang dilengkapi dengan PIC, waktu pelaksanaan, output, dan indikator. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsistensi proses operasional dan mendukung pencapaian Klausul 8 menuju Level 3 (Managed). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi PT Sucofindo dalam meningkatkan efektivitas Sistem Manajemen Mutu serta mendukung peningkatan kualitas layanan sertifikasi secara berkelanjutan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By