<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Dampak Sosial Intimate Wedding bagi Generasi Z (Studi Kasus di KUA Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Fenomena Intimate Wedding menjadi salah satu bentuk perubahan tren pernikahan di kalangan Generasi Z yang menekankan kesederhanaan, keintiman, dan efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik, faktor pendorong, serta dampak sosial dari Intimate Wedding di KUA Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, serta kesesuaiannya dengan teori konsumsi simbolik Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Intimate Wedding diwujudkan melalui pelaksanaan pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, konsep sederhana, serta penekanan pada nilai keintiman dan efisiensi. Faktor pendorong meliputi rasionalitas ekonomi, perubahan gaya hidup Generasi Z, serta pengaruh media sosial, sedangkan dampak sosial mencakup munculnya dinamika antara nilai tradisional masyarakat yang kolektif dengan nilai modern yang lebih privat. Secara umum, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dari kemewahan menuju kesederhanaan yang bersifat simbolik, di mana Intimate Wedding tidak hanya menjadi bentuk efisiensi, tetapi juga representasi identitas sosial dan gaya hidup generasi muda dalam masyarakat kontemporer.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By