<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pusat Perdagangan Batik Jawa di Yogyakarta sebagai Pusat Sarana Perdagangan, Promosi dan Informasi Batik Jawa

dc.contributor.authorNovianto, Andry
dc.date.accessioned2017-01-19T08:24:38Z
dc.date.available2017-01-19T08:24:38Z
dc.date.issued2002
dc.description.abstractKondisi Perdagangan Batik Jawa menurut pegamat Batik Jawa saat ini mengalami kemerosotan dibanding beberapa tahun lalu sebelum krisis moneter, menurunnya jumlah eksport batik juga berkait dengan sistem pemasaran yang dipakai para pengusaha batik yang mempertahankan usaha produk ekonomi seni dan budaya karena biaya untuk memasarkan melalui pameran dirasa sangat berat untuk pengusaha kecil apalagi hingga ke manca negara sehingga melalui strategi pemasaran Sales Marketing yang tetap dan terpusat disatu tempat diharapkan pedagangan batik jawa mulai bangkit karena konsumen besar tidak repot untuk mendapatkan segala hal mengenai produk batik dari seluruh Jawa secara otomatis akan melestarikan batik Jawa itu sendiri karena antar produsen saling memacu meningkatkan kualitas dan kuantitas. Selain itu menurut pengamat dan pecinta batik keanekaragaman batik harus sudah mulai di bukukan agar menjadi informasi yang penting dalam melacak kekayaan batik Jawa sebagai modal seni dan budaya tanah air oleh karena itu seluruh issue dan ide tersebut dituangkan dalam sebuah Pusat Perdagangan Batik Jawa yang mengambil lokasi di Yogyakarta mengingat potensi Yogyakarta yang sangat bagus terhadap hadirnya bangunan tersebut sebagai pusat perdagangan, promosi dan informasi Batik Jawa. Permasalahannya adalah bagaimana bentuk dan citra bangunan sebagai Identitas estetika yang mengekspresikan Batik Jawa dan bagaimana pula tata ruang sebuah bangunan komersil yang efektif. Semua itu dijawab secara berurutan dimulai dengan mengeksplorasi teori dan data tentang estetika identitas pada teori ekspresi representasi yang estetis identity dan prinsip pembentuknya yaitu dengan eksplorasi motif batik yang mamou menjadi imaji sebuah pusat perdagangan batik jawa yang sebelumnya didahului dengan studi banding pada bangunan Pampidou Centre atas ekspresinya yang identik dengan muatannya. Kemudian keefektifan tata ruang pada bangunan komersil yang dibahas dengan mengawali studi banding pada MidPlaza dan PRPP yang dilengkapi dengan pembahasan teori efektifitas tata ruang dari OK Ching, Peter B. Brandt, Cornelis van de Ven serta Neufert dan Patricia Tutt yang digabung menjadi satu untuk memperkuat strategi penataan ruang komersil yang efektif.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/2052
dc.publisherUII Yogyakartaen_US
dc.subjectPusat Perdaganganen_US
dc.subjectBatik Jawaen_US
dc.subjectYogyakartaen_US
dc.subjectPusat Sarana Perdaganganen_US
dc.subjectPromosi dan Informasi Batik Jawaen_US
dc.titlePusat Perdagangan Batik Jawa di Yogyakarta sebagai Pusat Sarana Perdagangan, Promosi dan Informasi Batik Jawaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 10
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
67.13 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 preliminari.pdf
Size:
148.17 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
139.07 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstract.pdf
Size:
93.93 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
05.1 bab 1.pdf
Size:
645.37 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections