Analisis Kapasitas Dukung dan Penurunan Fondasi Tiang Pancang dengan Variasi Diameter pada Bangunan Rumah Susun
Fondasi merupakan bagian struktur yang berfungsi sebagai penopang utama dalam
menerima beban dan meneruskannya ke lapisan tanah dibawahnya. Pada pembangunan Gedung
Rumah Susun Tenaga Pendidik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggunakan tipe fondasi
existing berupa tiang bor dengan diameter 0,6 m dan kedalaman tiang 12 m. Pada penelitian ini,
peneliti akan melakukan perencanaan ulang terhadap fondasi tiang bor di lapangan dengan fondasi
tiang pancang. Hal ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variasi diameter terhadap kapasitas
dukung dan penurunan yang terjadi terhadap fondasi tiang bor.
Fondasi tiang pancang direncanakan dianalisis menggunakan 3 variasi diameter, yaitu 0,45
m, 0,5 m, dan 0,6 m dan dengan kedalaman tiang yang sama yaitu 12 m. Data yang digunakan pada
penelitian ini adalah data pengujian Standard Penetration Test (SPT) dan data Detail Engineering
Design (DED). Program struktur yang akan digunakan dalam analisis yaitu SAP2000 V20 dengan
baban gempa yang diperhitungkan berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis
perhitungan kapasitas dukung tiang bor menggunakan metode Meyerhof dan Reese & Wright,
sedangkan fondasi tiang pancang menggunakan metode Poulos & Davis (1980) dan Meyerhof.
Selanjutnya penurunan tiang tunggal akan dihitung menggunakan metode Poulos & Davis (1980),
sedangkan penurunan kelompok tiang menggunakan metode Vesic (1977).
Dari analisis yang telah dilakukan pada fondasi tiang pancang dengan variasi diameter 0,45
m, 0,5 m, dan 0,6 m diperoleh kapasitas dukung tiang kelompok (Qg) menggunakan metode Poulos
& Davis yaitu 3.214,506 kN, 4.033,615 kN, dan 4.803,383 kN. Selanjutnya, pada perhitungan
menggunakan metode Meyerhof diperoleh kapasitas dukung fondasi kelompok (Qg) masing-masing
sebesar 3.588,638 kN, 4.286,948 kN, dan 4.533,659 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
semakin besar diameter tiang maka kapasitas dukung tiang kelompok akan semakin besar pula.
Adapun analisis penurunan tiang kelompok (Sg) yang terjadi pada tiang pancang dengan variasi
diameter 0,45 m, 0,5 m, dan 0,6 m menurut metode Poulos & Davis (1980) dan Meyerhof
menghasilkan nilai sebesar 1,397 cm, 1,246 cm dan 0,547 cm. Pada nilai kapasitas dukung tiang
kelompok (Qg) variasi diameter 0,45 m metode Poulos & Davis dan metode Meyerhof mengalami
penurunan antara 2%-12,2% dan untuk variasi diameter 0,5 m dan 0,6 m mengalami peningkatan
antara 17,1%-31,2%, sedangkan untuk penurunan fondasi kelompok (Sg) mengalami kenaikan
antara 0%-155% pada masing-masing diameter, namun seluruhnya masih dalam batas penurunan
yang diizinkan.