<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan antara Ketidakhadiran Ayah (Fatherless) dengan Tingkat Resiliensi pada Mahasiswa Awal

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pada mahasiswa awal masih sering ditemukan permasalahan rendahnya kemampuan resiliensi, terutama pada mahasiswa yang mengalami keterbatasan dukungan keluarga, termasuk ketidakhadiran figur ayah (fatherless). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketidakhadiran ayah (fatherless) dengan tingkat resiliensi pada mahasiswa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 229 mahasiswa awal yang berada pada rentang usia 18–25 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Ketidakhadiran Ayah (Fatherless Scale) yang disusun berdasarkan aspek peran ayah menurut Hart serta Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur tingkat resiliensi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman karena data penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara ketidakhadiran ayah (fatherless) dengan tingkat resiliensi pada mahasiswa awal (r = -0,352; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat fatherless yang dialami mahasiswa, maka semakin rendah tingkat resiliensi yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah tingkat fatherless, maka semakin tinggi kemampuan resiliensi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan kehidupan. Selain itu, mayoritas mahasiswa memiliki tingkat fatherless pada kategori sedang dan tingkat resiliensi pada kategori rendah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi keluarga, perguruan tinggi, serta layanan konseling dalam memberikan dukungan psikologis yang tepat guna meningkatkan resiliensi mahasiswa.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By