<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Sintesis Senyawa Turunan Aril Amino Alkohol Dari Isoeugenol Dan Uji Aktivitas Sebagai Antimalaria Secara In Vitro Dan In Silico

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

DOI

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit Plasmodium falciparum yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Banyaknya masyarakat yang tidak terkontrol dalam pemakaian obat malaria menyebabkan munculnya resisten terhadap obat malaria yang mengakibatkan penyakit malaria sulit untuk disembuhkan, sehingga diperlukan pengembangan obat baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensistesis senyawa turunan aril amino alkohol dari isoeugenol dengan senyawa anilin dan naftilamin sebagai antimalaria melalui uji penghambatan polimerisasi heme secara in vitro dan penambatan molekuler terhadap enzim plasmepsin II secara in silico, Sintesis dilakukan melalui pembentukan isoeugenol epoksida menggunakan m- chloroperbenzoid acid (mCPBA). Isceugenol epoksida kemudian dikonversi menjadi turunan aril amino alkohol dengan membuka bagian senyawa cincin epoksida dan mereaksikan dengan anilin dan naftilamin menggunakan metode refluks. Senyawa hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP), FTIR, 'H-NMR dan ESI-MS. Dari hasil spektra FTIR, H-NMR dan ESI-MS dapat disimpulkan senyawa hasil sintesis adalah senyawa turunan aril amino alkhol yaitu senyawa 4-(1-hidroksi-2-fenil amino propil)- 2-metoksi fenol (isoeugenol-anilin) dan 4-(1-hidroksi-2-naftalena-2-ilamino propil)- 2-metoksi fenol (isoeugenol-naftilamin) yang memiliki berat molekul masing-masing sebesar 273,8 dan 323 g/mol. Senyawa hasil sintesis memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi heme dengan nilai IC5) dari senyawa isoeugenol-anilin sebesar 0,109 mg/mL dan isoeugenol-naftilamin sebesar 0,142 mg/mL, menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan ICsĀ» kontrol positif klorokuin sebesar 4,928 mg/mL. Senyawa hasil sintesis memiliki nilai binding affinity sebesar -6,6 dan -8,0 kkal/mol terhadap enzim Plasmodium falciparum yaitu plasmepsin II, dengan hasil ADMET tidak melanggar lima aturan Lipinski, maka senyawa hasil sintesis memiliki bioavailabilitas oral yang baik dan berpotensi sebagai kandidat obat baru antimalaria.

Description

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By