Inovasi Sediaan Topikal Nanoemulgel Ekstrak Etanol Wortel (Daucus Carota L.) Sebagai Antioksidan
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif pada kulit sehingga diperlukan antioksidan. Wortel berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, namun pengembangannya dalam sediaan nanoemulgel masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan topikal nanoemulgel dari ekstrak etanol wortel dengan variasi konsentrasi Karbopol 940. Metode: Simplisia wortel dimaserasi menggunakan etanol 70% (1:10). Identifikasi senyawa dilakukan metode KLT dengan fase gerak kloroform:metanol:asam asetat (8:1,5:0,5) untuk flavonoid (standar kuersetin) dan butanol:asam asetat:air (4:1:3) untuk fenolik (standar asam galat). Aktivitas antioksidan diuji metode DPPH dengan pembanding asam askorbat. Ekstrak diformulasikan menjadi nanoemulsi menggunakan isopropil miristat, Tween 80, dan PEG 400, lalu dikembangkan menjadi nanoemulgel berbasis Karbopol 940 (2%; 3,75%; dan 5%). Evaluasi ekstrak meliputi warna bercak KLT, nilai Rf, dan IC50. Nanoemulsi dievaluasi ukuran partikel, polydispersity index (PDI), dan potensial zeta, sedangkan nanoemulgel meliputi organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar air simplisia wortel 1,57±0,562 % dan rendemen ekstrak 44,34%. Hasil uji KLT menunjukkan adanya senyawa flavonoid ditandai bercak kuning kehijauan dengan nilai Rf kuersetin 0,56 dan sampel ekstrak 0,57. Aktivitas antioksidan ekstrak tergolong sangat lemah (IC50 635,774 ± 73,429 ppm). Nanoemulsi memiliki ukuran partikel 86,3±0,569 nm, PDI 0,346±0,031, dan potensial zeta -24,8±0,557 mV. Nanoemulgel dengan konsentrasi Karbopol 940 5% memiliki karakteristik organoleptik baik; pH 5,139±0,003; viskositas 375,5±0,6 cP; daya lekat 13,45±0,836 detik. Kesimpulan: Ekstrak etanol wortel terbukti dapat diformulasikan dalam sediaan topikal nanoemulgel dengan konsentrasi Karbopol 940 sebesar 5% menghasilkan karakteristik sediaan yang baik.