<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan D-dimer dengan Lamanya Perawatan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Wonogiri Kabupaten Wonogiri

dc.Identifier.NIM19711163
dc.contributor.authorRanggito, Farrell Fakhrezy
dc.date.accessioned2024-10-24T04:15:40Z
dc.date.available2024-10-24T04:15:40Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractLatar Belakang: Covid-19, yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, pertama kali terdeteksi di Cina pada Desember 2019 dan dinyatakan pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada Maret 2020. Hingga 2022, terdapat 396 juta kasus dan 5,7 juta kematian global, dengan Indonesia melaporkan 4,58 juta kasus dan 145 ribu kematian. RT-PCR adalah metode diagnostik utama, sementara D- dimer digunakan sebagai biomarker untuk keparahan penyakit, dengan nilai lebih dari 500 ng/ml terkait gejala kritis. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan D-dimer dengan lamanya perawatan pasien Covid-19. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi potong-lintang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode sampling berupa consecutive sampling. Data diambil dari rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Kabupaten Wonogiri. Data kemudian dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Berdasarkan 162 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan hasil analisis bivariat terhadap lamanya perawatan dan outcome berturut-turut sebagai berikut: usia (p=0,197; p=0,008), jenis kelamin (p=0,858; p=0,753), derajat keparahan (p=0,000; p=0,000), komorbid (p=0,191; p=0,017), kadar D-dimer (p=0,026; p=0,007), nilai NLR (p=0,574; p=0,628), pemberian ARV (p=0,218; p=0,000), pemberian antikoagulan (p=0,479; p=0,204), dan infeksi virus selain SARS-CoV-2 (p=0,104; p=1,000). Sementara, hasil analisis multivariat terhadap lamanya perawatan dan outcome berturut-turut sebagai berikut: D-dimer tinggi (OR 1,838; p=0,589 & OR 0,696; p=0,667), usia dewasa paruh baya (OR 2,566; p=0,306 & OR 0,168; p=0,059), usia lansia (OR 1,596; p=0,600 & OR 0,220; p=0,096), derajat sedang (OR 2,120; p=0,535 & OR 0,000; p=0,999), derajat berat- kritis (OR 0,140; p=0,138 & OR 0,000; p=0,999), dengan komorbid (OR 19948158,3; p=0,999 & OR 0,000; p=0,999), tanpa pemberian ARV (OR 1,886; p=0,150 & OR 1,104; p=0,824), infeksi virus lain selain SARS-CoV-2 (lamanya perawatan OR 1,993; p=0,167), dan tanpa pemberian antikoagulan (outcome OR 0,726; p=0,460). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara D-dimer dengan lamanya perawatan pasien Covid-19. Faktor lain yang berhubungan dengan lamanya perawatan adalah derajat keparahan. Sementara, faktor lain yang berhubungan dengan outcome, yakni usia, derajat keparahan, adanya komorbid, dan riwayat pemberian ARV.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/53106
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectD-dimeren_US
dc.subjectLamanya Perawatanen_US
dc.subjectCovid-19en_US
dc.titleHubungan D-dimer dengan Lamanya Perawatan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Wonogiri Kabupaten Wonogirien_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19711163.pdf
Size:
5.73 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: