Pendekatan Maqāṣid Syarī’ah dalam meningkatkan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Terhadap Kemaslahatan Pasien (Studi Kasus RSU Islam Klaten)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Konsep rumah sakit Syarī‟ah tidak sekadar menambahkan unsur keagamaan dalam layanan, melainkan membangun sistem kesehatan yang menyeluruh berlandaskan nilai-nilai Syarī‟ah. Rumah sakit Syarī‟ah menjalankan fungsi kelembagaan, etika pelayanan, dan orientasi tujuan yang tidak hanya fokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pemeliharaan aspek ruhani, martabat kemanusiaan, dan kemaslahatan. Rumah sakit Syarī‟ah merepresentasikan ajaran Islam melalui pelayanan profesional, di mana kebijakan dan praktiknya didasarkan pada pertimbangan teknis, rasional, dan prinsip Maqāṣid
Syarī‟ah. Penelitian ini dilakukan di RSU Islam Klaten sebagai satu- satunya rumah sakit Syarī‟ah di klaten. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip Maqāṣid Syarī‟ah ̳disinkronkan dalam sistem pelayanan di RSU Islam Klaten, serta untuk mengidentifikasi bentuk implementasi dan potensi pengembangannya dalam meningkatkan kualitas layanan yang berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus lapangan dan studi pustaka serta Maqāṣid ̳Abdu Al-Majīd Al-Najjār. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi Maqāṣid Syarī‟ah dalam sistem pelayanan RSU Islam Klaten merupakan proses berkelanjutan yang telah memiliki fondasi kelembagaan yang kuat, dan terus berkembang melalui inovasi kebijakan dan peningkatan kualitas implementasi. desain konseptual pelayanan dibangun atas lima dimensi utama maqāṣid: ḥifẓu qīmati al-ḥayāti al-insāniyyah (nilai
kehidupan), ḥifẓu insānīyyati al-insān (kemanusiaan), ḥifẓu żāti al- insānīyyah (jati diri), ḥifẓu al-mujtama‘ (masyarakat), dan ḥifẓu
muḥīṭi al-māddi (lingkungan fisik). kelima dimensi ini membentuk paradigma pelayanan kesehatan yang holistik, dengan prinsip dan fungsional sebagai dasar kebijakan, prosedur, dan praktik. pendekatan ini memperlihatkan potensi besar dalam mewujudkan kemaslahatan pasien secara optimal dan berkelanjutan.