<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Identifikasi dan Penentuan Prioritas Risiko Keselamatan Kerja Berdasarkan Aspek Detail Engineering Design (DED) pada Proyek Pembangunan Pipa Penyalur Gas Asosiasi SAS-1

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan risiko tinggi, termasuk pembangunan infrastruktur pipeline yang melibatkan aktivitas konstruksi kompleks seperti lifting, trenching, dan welding. Risiko keselamatan kerja pada proyek pipeline tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lapangan, tetapi juga oleh keputusan pada tahap Detail Engineering Design (DED). Namun, hasil studi HAZID dan HAZOP pada proyek pembangunan Pipa Penyalur Gas Asosiasi SAS-1 milik PT Sele Raya Belida masih berfokus pada identifikasi bahaya proses, sehingga belum menghubungkan DED dengan risiko keselamatan kerja konstruksi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, menentukan prioritas risiko, serta merumuskan rekomendasi pengendalian risiko berkategori prioritas. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) untuk identifikasi dan penilaian risiko, dilanjutkan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan faktor desain, material, rute, dan metode. Data diperoleh melalui pairwise comparison oleh tiga expert staf engineering Divisi Production and Operation dan wawancara dengan Manager Production and Operation. Hasil penelitian menunjukkan 16 potensi risiko dari tujuh kategori aktivitas, dengan 10 risiko Medium Risk dan 6 risiko High Risk. Pembobotan AHP menunjukkan faktor desain memiliki bobot tertinggi sebesar 0,633 dengan Consistency Ratio 0,090 (konsisten), dan risiko ledakan menempati prioritas tertinggi (0,3070). Rekomendasi pengendalian difokuskan pada tiga risiko High Risk, yaitu ledakan, ketidakstabilan trench, dan sengatan listrik, berupa penerapan Stop Work Authority, penyediaan personel medis, dokumen Installation Procedure, dan Pressure Safety Valve.

Description

Keywords

Industri minyak dan gas bumi merupakan sektor dengan risiko tinggi, termasuk pembangunan infrastruktur pipeline yang melibatkan aktivitas konstruksi kompleks seperti lifting, trenching, dan welding. Risiko keselamatan kerja pada proyek pipeline tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lapangan, tetapi juga oleh keputusan pada tahap Detail Engineering Design (DED). Namun, hasil studi HAZID dan HAZOP pada proyek pembangunan Pipa Penyalur Gas Asosiasi SAS-1 milik PT Sele Raya Belida masih berfokus pada identifikasi bahaya proses, sehingga belum menghubungkan DED dengan risiko keselamatan kerja konstruksi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, menentukan prioritas risiko, serta merumuskan rekomendasi pengendalian risiko berkategori prioritas. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) untuk identifikasi dan penilaian risiko, dilanjutkan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan faktor desain, material, rute, dan metode. Data diperoleh melalui pairwise comparison oleh tiga expert staf engineering Divisi Production and Operation dan wawancara dengan Manager Production and Operation. Hasil penelitian menunjukkan 16 potensi risiko dari tujuh kategori aktivitas, dengan 10 risiko Medium Risk dan 6 risiko High Risk. Pembobotan AHP menunjukkan faktor desain memiliki bobot tertinggi sebesar 0,633 dengan Consistency Ratio 0,090 (konsisten), dan risiko ledakan menempati prioritas tertinggi (0,3070). Rekomendasi pengendalian difokuskan pada tiga risiko High Risk, yaitu ledakan, ketidakstabilan trench, dan sengatan listrik, berupa penerapan Stop Work Authority, penyediaan personel medis, dokumen Installation Procedure, dan Pressure Safety Valve

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By