Pengaruh Variasi Struktur pada Core Spesimen Komposit Polylactic Acid (PLA) – Carbon Fiber Terhadap Nilai Kekakuan Bending
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Komposit adalah hasil gabungan dari dua atau lebih material pembentuk yang memiliki sifat berbeda satu sama lain, baik secara kimia maupun fisik. Komposit sandwich tersusun dari dua panel kulit pada sisi atas dan bawah, diantara kedua panel terdapat material yang memiliki densitas kecil disebut core. Terdapat 3 variasi pada stuktur core yaitu spesimen kode A dengan susunan stuktur lantai dasar 2 mm dan 8 mm honeycomb (2.8), dibandingkan dengan stuktur core berseling (zig-zag) dengan susunan struktur lantai dasar 2 mm dan tumpukan honeycomb berseling (zig-zag) 4 mm (2.4.4) spesimen kode B dan spesimen kode C dengan susunan stuktur lantai dasar 1 mm dan 4 mm honeycomb kemudian lapisan lantai 1 mm dan honeycomb 4 mm. Proses pembuatan spesimen komposit material PLA dengan satu sisi bepenguat serat karbon menggunakan metode hand lay up dan vacuum bagging. Kemudian pengujian dilakukan menggunakan dua metode yaitu pengujian aktual dengan standar ASTM C393 dan analisis finite
element. Didapatkan data dari hasil pengujian bending secara aktual bahwa rata- rata dari nilai kekakuan bending dan kekakuan bending spesifik tertinggi terdapat
pada spesimen kode C yaitu sebesar 3.421.154 N.mm2 dan 55.226 N.mm2/gr. Hal ini menunjukan bahwa penerapan pola berseling (zig-zag) pada stuktur core memberikan nilai kekakuan bending yang tinggi dibandingkan spesimen yang memiliki pola biasa. Berdasarkan perbandingan hasil pengujian bending aktual dan analisis finite element ditemukan bahwa terdapat selisih 15,8% yang terpaut cukup besar pada rerata nilai kekakuan bending dan kekakuan bending spesifik. Selisih nilai perbandingan antara kedua metode penelitian muncul karena adanya perbedaan sifat material di software dengan spesimen asli.