<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Studi Kuantitatif Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Penggunaan Antiplatelet dan Antikoagulan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar beakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID -19) merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dikaitkan dengan tromboemboli vena, termasuk tribosis vena dalam dan emboli paru. Penatalaksaan tromboemboli dilakukan dengan pemberian antikoagulan. Problem tromboemboli bena dan arteri terjadi sekitar 21% dari 388 pasien Covid-19 rawat inap di rumah sakit. Tujuan : Mengetahui profil penggunaan antiplatelet san antikolagulan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping berdasarkan jenis dan kuantitas penggunaannya dan mengetahui perbedaan penggunaan antiplatrlrt dan antikoagulan secara kuantitatif antara sebelum dan selama pandemi Covid-19. Metode : Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitas penggunaan antikoagulan dan antiplatelet tahun 2019-2023. Data tersebut Yang diolah menggunakan metode kuantitatif anatomical therapeutic chemical (ATC)/defined Daily Dose (DDD) dan Drug Utilization 90% (DU 90%). Uji beda menggunakan Independent Samples T-text Hasil: Total kuantitas penggunaan antiplatelet selamat tahun 2019-2023 sebanyak 4 jenis dan nilai rata-rata sebesar 579,53 DDD/100 HR. Total kuantitas penggunaan antikoagulan selama tahun 2019-2023 sebanyak 5 jenis dan nilai rata-rata sebesar 188,01 DDD/100 HR. Antiplatelet masuk segmen DU 90% selama tahun 2019-2023 secara konsisten yaitu heparin. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan kuantitas penggunaan antiplatelet dan antikoagulan sebelum dan selama pandemi Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Kesimpulan : Penggunaan antiplatelet tertinggi selama periode 2019-2023 yaitu klopidogrel dan asam asetilsalisilat. Sedangkan penggunaan antikoagulan tertinggi pada periode tersebut yaitu heparin, wafarin, dan enoksaparin. Penggunaan kedua obat golongan tersebut tidak berbeda sebelum dan selama pandemi.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By