Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Menggunakan Metode Koagulasi, Adsorpsi Dan Elektroflotasi
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Telah dilakukan kajian pengolahan limbah cair laboratorium menggunakan proses koagulasi, adsorpsi dan elektroflotasi. Proses koagulasi menggunakan bahan alami sebagai koagulan yaitu biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dan lamtoro (Leucaena leucocephala). Proses adsorpsi menggunakan serat alami teraktivasi NaOH sebagai adsorben yaitu serat kapuk (Ceiba pentandra) dan kapas (Gossypium hirsutum). Kinerja biokoagulan dievaluasi dari nilai SVI dan SM dengan variasi dosis (0,25; 0,25; 0,75; dan 1 gram) dan ukuran partikel (200 dan 250 mesh). Evaluasi kinerja adsorben menggunakan kapasitas adsorpsi isotermal Langmuir dan Freundlich. Proses elektroflotasi sangat dipengaruhi oleh ukuran dan jumlah gelembung gas O2 dan H2 yang terbentuk selama proses elektrolisis air. Pada penelitian ini dilakukan analisis distribusi ukuran dan jumlah gelembung gas dengan metode segmentasi pada permukaan elektroda dengan tegangan yang berbeda (10, 20, dan 30 V). Elektroda Stainlees Steel digunakan sebagai katoda dan titanium sebagai anoda. Pengolahan limbah dilakukan pada tegangan konstan optimum sebesar 20 V selama 30 menit. Evaluasi kinerja proses ditentukan dengan penurunan konsentrasi TDS, turbiditas, COD, logam Pb dan peningkatan nilai pH serta intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan biji kecipir dan lamotoro menghasilkan nilai SVI sekitar 1,65,1
mL/g yang menyatakan bahwa flok yang dihasilkan lebih padat dan dapat mengendap lebih cepat. Kapasitas adsorpsi optimum logam Pb dari serat kapuk dan nanas berturut-turut sebesar 28,571 dan 3,886 mg/g. Proses penyerapan ion logam Pb oleh serat kapuk dan kapas mengikuti persamaan Langmuir dengan masing-masing R
= 0,9978 dan 0,9995. Secara keseluruhan evaluasi kinerja proses menunjukkan proses koagulasi, adsorpsi dan proses elektroflotasi dapat menurunkan konsentrasi parameter lingkungan dan meningkatkan intensitas cahaya pada proses pengolahan limbah cair laboratorium. 2