<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Transformasi Bangunan Mangkrak Menjadi Kios Bubur Kekinian dengan Mengunsung Konsep Nicetorizm

Abstract

Tren kuliner unik semakin menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, memunculkan konsep "hidden gem" yang menggabungkan pengalaman mendalam dengan suasana klasik dan nostalgia dengan pengalaman nicetorizm. Kawasan Baciro, Yogyakarta, dengan lokasinya yang strategis di tengah pemukiman padat dan dekat area kos-kosan, namun minim fasilitas kuliner modern, memiliki potensi besar untuk pengembangan kios bubur kekinian. Proyek ini bertujuan mentransformasi bangunan eksisting menjadi kios bubur modern yang mempertahankan cita rasa tradisional sekaligus menyuguhkan atmosfer nostalgia. Pendekatan desain menggunakan prinsip adaptive reuse, terinspirasi dari studi kasus Tea OZ di Moganshan, yang memadukan elemen tradisional dengan material modern. Analisis SWOT mengidentifikasi lokasi strategis dan konsep unik sebagai kekuatan utama, sementara tantangan meliputi aksesibilitas terbatas dan persaingan dengan tempat makan lain. Business Model Canvas (BMC) digunakan untuk merancang strategi pemasaran, termasuk kolaborasi dengan influencer lokal dan komunitas sekitar guna meningkatkan daya tarik dan eksposur. Metode penelitian menggunakan "Design Thinking," yang yang meliputi lima tahap empathize, define, ideate, prototype, dan evaluate, untuk menghasilkan solusi inovatif berbasis kebutuhan pengguna. Sebagai penelitian desain, proyek ini diharapkan dapat menjadi studi konseptual yang memberikan wawasan dan inspirasi bagi pengembangan ruang kuliner unik di kawasan urban dengan pendekatan yang berfokus pada adaptasi inovatif dan nilai lokal

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By