Determinan Sosiodemografi Penyakit Jantung Bawaan pada Balita di Indonesia: Analisis Data SKI 2023
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu kelainan kongenital yang paling sering terjadi di dunia, termasuk di Indonesia, dengan penyebab multifaktorial yang melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan maternal.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor- faktor sosiodemografi terhadap kejadian PJB pada balita di Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif potong lintang menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 63.855 kelahiran hidup. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan multivariat Analisis bivairat dilakukan dengan uji Chi square dan Fisher exact, sedangkan analisis multivariat menggunakan reresi logistik biner. Seluruh analisis dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistik 25 dengan tingkat signifikansi p < 0,25 untuk analisis bivariat an p < 0,05 untuk analisis multivariat. Hasil: Dari 63.855 kelahiran hidup, ditemukan 234 kasus PJB. Analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat abortus (OR = 1,421; 95% CI = 1,041-1,933; p = 0,026), kehamilan multipel (OR = 2,821; 95% CI = 1,249-6,371; p = 0,023), anemia ibu (OR = 2,421; 95% CI = 1,231-4,573; p = 0.005), penyakit jantung ibu (OR = 10,498; 95 %CI = 1,419-77,721; p = 0,094), dan kepemilikan jaminan kesehatan (OR = 1,337; 95% CI = 1,019-1,754; p = 0,035) berhubungan secara signifikan dengan kejadian PJB. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat abortus (aOR = 1,412; 95% CI = 1,034-1,927; p = 0,03), kehamilan multipel (aOR = 2,723; 95% CI = 1,205-6,155; p = 0,016), anemia ibu (aOR = 2,345; 95% CI = 1,240- 4,333; p = 0.009), penyakit jantung ibu (aOR = 10,199; 95% CI = 1,375-75,641; p = 0,023), dan kepemilikan jaminan kesehatan (aOR = 1,325; 95% CI = 1,010- 1,738; p = 0,042) tetap terbukti menjadi faktor risiko signifikan setelah dikontrol dengan variabel sosiodemografi lainnya. Simpulan: faktor sosiodemografi yang berbungan secara signifikan dengan kejadian PJB adalah: riwayat abortus, kehamillan multipel, anemia ibu, penyakit jantung ibu, dan kepemilikan jaminan kesehatan. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan kesehatan ibu selama kehamilan untuk menurunkan risiko PJB. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal disarankan untuk mengkaji lebih lanjut hubungan kausal antara faktor sosiodemografi dengan kejadian PJB.