<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

KAJIAN INTERIORITAS KOTA (Studi Kasus: Karet Tengsin, Tanah Abang. Jakarta Pusat)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sebuah kontras dalam sebuah lingkungan yang ramai aktifitas dan memiliki intensitas sangat tinggi sangat sering terjadi. Sebuah peradaban terus berkembang dan berevolusi bukan hanya lagi sekedar seiring perkembangan teknologi dari zaman ke zaman, namun juga perkembangan kepadatan penduduk suatu wilayah. Perbauran kultur yang memulai membuat kultur baru dan mulai membuat dampak kesenjangan. Kesenjangan dan kurangnya interaksi salah satu faktor adanya sebuah kontras pada dua buah lingkungan yang berdampingan. Antara interior kota dan eksterior kota. Insularitas, dari sifat keinterioran dan eksterioran pada kasus ini adalah salah satu peran besar pemberi masalah. Sebuah kepadatan dan kesenjangan yang tumbuh oleh karena permukiman yang tidak lagi memberikan hak pemukimnya untuk medapatkan ekspresi wisata pada kawasan interior kota. Unsur-unsur permukiman yang hilang dan faktor yang membuat kesenjangan adalah banyakanya hanya intermezo dari aktivitas eksterior kota yang menganggu sifat keinterioran kota dari sebuah permukiman horizontal yang harusnya lebih privat dibanding sebuah eksterior kota yang menjulang/ vertikal. Karet Tengsin, Tanah Abang. Jakarata pusat adalah sebuah tempat yang paling kontras pada interior dan eksteriornya, maka dari itu banyak ekspresi perjalanan yang bisa dianalisa dan dipahami dengan sekuel perjalanan dari interior kota menuju eskterior kota.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By