Analisis Perawatan Mesin Pada Komponen Mobile Crane Kobelco RK 450 dengan Metode Reliability Centered Maintenance II (RCM II) dan Age Replacement (Studi Kasus: PT Cilegon Karya Nusa)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada Industri 4.0 melakukan integrasi peradaban maju informasi ke dalam teknik industri, seperti yang diterapkan oleh PT Cilegon Karya Nusa, sebuah perusahaan produksi dan jasa dengan workshop modern. Namun, sistem perawatan mereka yang berbasis Corrective Maintenance sering mengalami downtime Menurut data keruskan yang ada selama periode 4 tahun dari Januari 2020-Desember 2023 terjadi downtime selama 17.411 menit dan didukung dengan hasil wawancara diketahui perusahaan mengeluarkan biaya yang besar untuk menindaklanjuti hal tersebut, karena kurangnya penjadwalan pemeliharaan yang tepat, terutama pada mesin Mobile Crane Kobelco RK450. Dalam penelitian berikut melakukan pencarian komponen yang tergolong kritis dan sering mengalami kerusakan pada Mobile Crane Kobelco RK450, menentukan tindakan terbaik untuk pemeliharaan alat berat agar komponen mobile crane Kobelco RK450 berfungsi, menentukan hasil perhitungan biaya setelah menerapakan
metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) dan metode Age Replacement. Langkah- langkah utama meliputi FBD, FMEA, LTA, dan TS Road Map. Model ARP menghitung jadwal
penggantian komponen untuk meminimalkan downtime dan biaya, dengan dua siklus: pencegahan dan penggantian kerusakan sebelum waktu yang dijadwalkan. Analisis komponen kritis Mobile Crane Kobelco RK450 menggunakan FMEA, FBD, dan LTA menunjukkan bahwa Hydraulic System memiliki Risk Priority Number (RPN) tertinggi 135. Interval pemeriksaan komponen Hydraulic System setiap 7 hari dan penggantian setiap 56 hari menghemat biaya perawatan preventif Rp. 112.101.750 dalam 4 tahun dibandingkan penggantian tidak terencana. Optimalisasi perawatan menggunakan RCM II melibatkan preventive maintenance untuk 5 komponen dan Predictive maintenance untuk 7 komponen, menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 112.932.669 dalam 4 tahun, meningkatkan efisiensi operasional.