Ruang Inklusif Pada Pesantren Salaf Di Pulau Jawa
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peranan sangat penting dalam sejarah pengajaran, pendidikan, dan pengasuhan masyarakat Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu dan keunggulannya juga senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut dapat diketahui dari terus bertambahnya jumlah santri terutama pada pesantren salaf. Semakin bertambahnya santri pada pesantren salaf merupakan dampak dari kemampuan pesantren untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern, melalui transformasi aspek non fisik hingga aspek fisik keruangannnya sebagai upaya pesantren dalam mencukupi berbagai kebutuhan pengembangannya. Transformasi aktivitas, bentuk serta makna pada ruang publik inklusif pesantren tentu memiliki berbagai implikasi, baik positif seperti kemudahan dalam upaya perlindungan santri maupun negatif berupa penurunan peran pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan latarbelakang yang ada serta dampaknya terhadap perkembangan dan keberlanjutan pesantren, penelitian ruang inklusif penting dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mengevaluasi dan merumuskan konsep inklusif dan eksklusif yang pernah / sedang digunakan pondok pesantren pada lokasi penelitian, 2). Mengevaluasi dan memetakan aktivitas, bentuk dan makna ruang inklusif yang tercipta antara pondok pesantren dengan lingkungan sekitarnya. 3). Menganalisis pengaruh aktivitas, bentuk dan makna ruang inklusif yang tercipta terhadap peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat dan pelindungan santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknis analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman, melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi hasil data. Hasil penelitian yang didapatkan adalah berbagai bentuk ruang inklusif dari proses transformasi ruang publik yang terjadi di masing-masing pesantren, yang memiliki pengaruh terhadap aktivitas dan makna yang berbeda-beda terhadap masyarakat. Selain itu riset juga menghasilkan bagaimana aktivitas, bentuk dan makna ruang inklusif memiliki dampak terhadap peran pemberdayaan masyarakat dan penguasaan ruang pondok pesantren yang sangat signifikan.