Analisis Efisiensi Removal Mikroorganisme pada Sistem Pengolahan (IPAL) Komunal
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di permukiman padat seringkali menghadapi tantangan operasional, termasuk tidak adanya unit desinfeksi tersier dan fluktuasi debit limbah, yang menyebabkan efisiensi removal bakteri fekal dan patogen menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi konsentrasi dan efisiensi removal fekal bakteri dan patogen bakteri pada tiga IPAL komunal di Ngaglik, Sleman. Parameter utama yang diuji meliputi bakteri indikator fekal (Escherichia Coli dan Total Coliform) dan bakteri patogen infeksius (Salmonella Sp. dan Shigella Sp.) dengan analisis menggunakan media selektif CCA dan SSA. Pengambilan sampel dilakukan pada inlet dan outlet IPAL Mendiro, Tirto Mili, Tirto Asri, selama empat bulan (September-Desember 2025). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi efluen masih sangat tinggi, yaitu Salmonella Sp. (38.500 CFU/mL), Shigella Sp. (175.000 CFU/mL), Total Coliform (525.000 CFU/mL), dan E. Coli (590.000 CFU/mL). Efisiensi penyisihan ditemukan sangat fluktuatif, dengan rentang removal antara 0% hingga 87%. Penyisihan tertinggi yaitu Salmonella Sp. (63%), Shigella Sp. (87%), Total Coliform (87%), dan E. Coli (81%). Fenomena efisiensi nol ini mengindikasikan kegagalan mekanisme kompetisi nutrisi dalam sistem anaerob serta terjadinya pelepasan biofilm yang membawa massa bakteri ke aliran keluar. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses fisik-biologis saja belum mampu menjamin keamanan air sesuai standar Permen LH No. 11 Tahun 2025. Oleh karena itu, penambahan unit disinfeksi tersier menjadi intervensi krusial untuk menstabilkan kualitas efluen dan memitigasi risiko kesehatan masyarakat secara komprehensif.