<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Beban Kerja menggunakan Metode Full Time Equivalent dalam menentukan Jumlah Karyawan Optimal di Department Proses PT. Adei Plantation & Industry

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Dalam era industri modern yang kompetitif, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif menjadi faktor krusial untuk mencapai efisiensi dan produktivitas. Ketidakseimbangan beban kerja seringkali menjadi tantangan utama yang dihadapi perusahaan, yang dapat mengakibatkan penurunan kinerja, peningkatan biaya operasional, dan kegagalan dalam mencapai target strategis. Kondisi ini juga dihadapi oleh PT. ADEI Plantation & Industry, yang mengalami tantangan signifikan terkait ketidakseimbangan beban kerja di Departemen Proses. Hal ini ditandai oleh tingginya frekuensi lembur dan kegagalan mencapai target Oil Extraction Rate (OER) sebesar 23%. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan jumlah tenaga kerja optimal di setiap stasiun kerja menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), dan (2) merumuskan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis beban kerja kuantitatif dengan pendekatan FTE, yang mengintegrasikan komponen waktu siklus, rating factor, dan allowance. Hasil analisis FTE menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang signifikan: empat stasiun mengalami kelebihan beban (overload), yaitu Loading ramp (FTE 2,018), Sterilizer horizontal (FTE 1,521), Digester (FTE 2,282), dan Clarification (FTE 1,482). Dua stasiun mengalami beban kerja rendah (underload), yaitu Tippler (FTE 0,580) dan Thresher (FTE 0,354), sementara stasiun Press (FTE 1,239) berada dalam kondisi normal. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan jumlah tenaga kerja optimal sebanyak 13 orang. Komposisi ini dicapai melalui strategi terintegrasi: pemberdayaan 2 karyawan dari stasiun underload untuk peran ganda dan penambahan 3 karyawan baru untuk stasiun dengan overload terberat. Implementasi usulan ini terbukti berhasil menyeimbangkan beban kerja, meningkatkan kinerja produksi dengan rata- rata OER mencapai 23,45% (melampaui target), dan menghasilkan peningkatan pendapatan kotor sebesar Rp 11.759.913.200.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By