Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Tingkat Kecemasan: A Scoping Review
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Mikrobiota gastrointestinal (GI) mempengaruhi fungsi otak melalui mekanisme microbiota-gut-brain axis sehingga terapi yang menargetkan mikrobiota GI seperti pemberian probiotik pada uji klinis memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan jiwa yaitu menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Memetakan hasil penelitian terdahulu terkait pengaruh pemberian probiotik terhadap tingkat kecemasan pada orang sehat dan pasien dengan gangguan cemas. Metode: Penelusuran artikel yang dipublikasikan pada tahun 2021 hingga 2022 melalui database PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Taylor & Francis Online, dan Emerald Insight, menggunakan kombinasi kata kunci “probiotic” OR “Lactobacillus” OR “Bifidobacterium” AND “anxiety disorder” OR “neurotic anxiety”. Proses seleksi artikel mengacu pada PRISMA-ScR. Hasil: Dari 380 artikel yang ditemukan, terdapat 7 original article yang memenuhi kriteria penelitian ini. Seluruh artikel inklusi merupakan penelitian RCT dengan target populasi orang sehat (71.4%) dan pasien dengan gangguan cemas (28.1%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian probiotik terbukti signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien dengan gangguan cemas, sedangkan pada orang sehat pemberian probiotik tidak signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Pemberian strain probiotik dari genus Lactobacillus dan Bifidobacterium melalui berbagai metode intervensi dapat menjadi terapi adjuvan untuk pasien dengan gangguan cemas. Mekanisme microbiota-gut-brain axis mendasari pengaruh pemberian probiotik terhadap tingkat kecemasan. Terdapat berbagai macam kuesioner penilaian tingkat kecemasan pada orang sehat dan pasien dengan gangguan cemas.