<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pola Distribusi Kualitas Udara Ambien Sebelum, Saat, dan Setelah Pandemi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Indeks Kualitas Udara (IKU) di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2019 dikategorikan Kurang Baik namun, pada saat COVID-19 pada tahun 2020 mengalami penurunan konsentrasi bahan pencemar di Udara dan dikategorikan Baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas udara di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, sebelum (2019), saat (2020-2022), dan setelah (2023) pandemi COVID-19. Studi ini dilakukan pada tujuh (7) Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul dengan menggunakan data kualitas udara ambien dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul. Analisis dilakukan terhadap nilai dari laporan uji kualitas udara ambien dengan parameter SO2, NO2, CO, dan TSP, yang kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Pemetaan kualitas udara dilakukan menggunakan software QGIS dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW), dan hasilnya diuji validitas untuk mengevaluasi keakuratan metode IDW. Selanjutnya, tingkat kesehatan udara dikategorikan berdasarkan perhitungan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19, polusi udara menurun. Persebaran kualitas udara dipengaruhi oleh lokasi pemantauan, seperti di area pemukiman, industri, perkantoran, komersial, dan transportasi. Oleh karena itu, pemetaan pencemaran udara melalui analisis spasial mempermudah penyajian data untuk setiap parameter yang diuji. Selain itu, hasil uji validitas menunjukkan bahwa metode IDW kurang efektif untuk titik yang berjauhan, dan kondisi kualitas udara di Kabupaten Gunungkidul dinyatakan dalam kategori baik berdasarkan ISPU.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By