Prevalensi Dan Faktor Risiko Kecacingan (Soil Transmitted Helminths) Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman
| dc.Identifier.NIM | 22711088 | |
| dc.contributor.author | Putrinadi, Dara Saraswati | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-13T06:07:45Z | |
| dc.date.available | 2026-05-13T06:07:45Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang:Kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dasar. Infeksi STH berhubungan dengan personal hygiene, sanitasi lingkungan, serta tingkat pengetahuan orang tua. Kabupaten Sleman memiliki variasi angka kecacingan, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui prevalensi kecacingan, faktor risiko yang berperan, serta efektivitas edukasi sebagai upaya promotif dan preventif. Tujuan Penelitian:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kecacingan Soil Transmitted Helminths pada anak usia sekolah dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman, mengidentifikasi faktor risiko kecacingan, serta menilai perbedaan tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi kecacingan. Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa SD Negeri Purwomartani Sleman yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pemeriksaan kecacingan dilakukan melalui pemeriksaan feses menggunakan metode langsung dengan NaCl 0,9% fisiologis dan metode Kato-Katz. Faktor risiko dinilai menggunakan kuesioner personal hygiene dan sanitasi lingkungan, sedangkan tingkat pengetahuan orang tua diukur melalui pretest dan posttest setelah pemberian edukasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik. Hasil Penelitian:Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kecacingan sebesar 0% (zero case). Sebagian besar anak memiliki personal hygiene kurang baik, sedangkan sanitasi rumah tangga mayoritas tergolong baik. Tidak ditemukannya kasus positif menyebabkan analisis faktor risiko kecacingan tidak dapat dilakukan. Edukasi kecacingan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan orang tua secara signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 39,0 menjadi posttest 96,5 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan:Prevalensi kecacingan Soil Transmitted Helminths pada anak usia sekolah dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman adalah 0%. Edukasi kecacingan efektif meningkatkan pengetahuan orang tua sebagai upaya pencegahan kecacingan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/62567 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Kecacingan | en_US |
| dc.subject | Soil Transmitted Helminths | en_US |
| dc.subject | Anak Usia Sekolah Dasar | en_US |
| dc.subject | Edukasi Kesehatan | en_US |
| dc.title | Prevalensi Dan Faktor Risiko Kecacingan (Soil Transmitted Helminths) Pada Anak Usia Sekolah Dasar di SD Negeri Purwomartani Sleman | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |