Sistem Pengolahan Air Limbah Tenun dengan Kombinasi Proses Biologis dan Filtrasi dalam Mendegradasi Kandungan Warna dan Logam Berat (Pb dan Cd)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Air limbah tenun merupakan hasil sisa dari proses pencucian kain tenun yang mengandung senyawa kimia berbahaya, seperti pewarna, detergen, logam berat, dan lainnya. Senyawa kimia tersebut tentunya berbahaya apabila dibuang langsung ke lingkungan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja reaktor biologis (aerobik dan anaerobik) dan filtrasi dalam menurunkan kadar warna dan logam berat (Pb dan Cd). Reaktor biologis menggunakan sistem lumpur aktif dan reaktor filtrasi menggunakan media zeolit, pasir silika, dan Polyethylen Glicol (PEG). Air limbah yang digunakan merupakan konsentrasi 20% sebagai penyesuaian rangkaian reaktor dan dilanjutkan dengan konsentrasi 50% selama 1 bulan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa reaktor biologis dan filtrasi awalnya mampu menurunkan konsentrasi warna. Namun, efisiensi ini tidak stabil dan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan secara keseluruhan. Konsentrasi warna tertinggi pada hari ke-21 di reaktor clarifier (1194,23 Pt-Co) dan reaktor silika (1476,92 Pt-Co), yang diduga disebabkan oleh endapan yang tidak terlarut pada bak pengumpul. Di sisi lain, pengolahan fisika menggunakan PEG menunjukkan efisiensi yang lebih baik, mencapai 100% pada hari ke-21. Pada parameter logam berat, sistem biologis efektif untuk logam Pb (1,078 mg/L menjadi 0,351 mg/L), tetapi kurang efektif untuk logam Cd. Sebaliknya, reaktor filtrasi dengan pasir silika dan PEG menunjukkan efisiensi yang tinggi dalam menurunkan konsentrasi kedua logam berat pada hari ke-28. Oleh karena itu, kombinasi kedua sistem menjadi strategi yang optimal untuk pengolahan air limbah tenun.