<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PERTANIAN VERTIKAL DALAM URBAN FARMING CENTER DI UMBULHARJO

Abstract

Urbanisasi yang berkembang dengan pesat memberikan efek negative bagi pertanian di wilayah perkotaan yaitu berkurangnya lahan yang berpotensi membahayakan ketahanan pangan di wilayah tersebut, termasuk di Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan solusi penerapan Urban farming melalui sistem vertical farming. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi vertical farming dalam memenuhi kebutuhan sayuran di Kecamatan Umbulharjo. Secara kuantitatif, diperkirakan kebutuhan sayuran harian di wilayah tersebut mencapai 14. 107,6 kg, yang dapat dipenuhi oleh sekitar 4. 947 unit vertical farming dengan teknologi hidroponik. Studi ini menunjukkan bahwa vertical farming tidak hanya mampu memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dengan meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah dan menurunkan emisi karbon yang dihasilkan dari transportasi pangan. Selain itu, penerapan pertanian urban berpotensi menghasilkan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Oleh karena itu, pengembangan pusat pertanian urban di Kecamatan Umbulharjo bisa menjadi model yang dapat diterapkan di daerah perkotaan lainnya untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By