<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Museum Kereta Api

dc.contributor.authorAbdullah, Dwifedi Reptian
dc.date.accessioned2016-12-29T04:39:09Z
dc.date.available2016-12-29T04:39:09Z
dc.date.issued2016
dc.description.abstractDesain Museum Kereta Api berikut ini merupakan Museum yang diintegrasikan dengan fungsi komersial, dengan mengangkat isu permasalahan minimnya pengunjung museum, dan integrasi bangunan sebagai tema rancangan, serta menerapkan konsep fasad hijau pada bangunan. Metoda yang digunakan dalam rancangan ini terbagi menjadi beberapa tahap, (1) pertama yaitu menganalisis latar belakang permasalahan dan menghasilkan dua variabel yaitu museum dengan kelengkapan fasilitas komersial dan fasad hijau. (2) Tahap kedua yakni menganalisis data, tahap ini menghasilkan karakteristik museum, standar kenyamanan visual dan sirkulasi, Integrasi fungsi bangunan, serta penerapan fasad hijau. (3) Tahap ketiga merupakan skematik desain, tahap ini mensintesiskan pengembangan dari hasil analisis data dalam bentuk desain skematik, yakni mengintegrasikan fungsi museum dengan Komersial melalui pola tata ruang dan massa, kenyamanan visual dan ruang gerak, serta penerapan fasad hijau sebagai pemanfaatan lahan sisa untuk KDH pada bangunan. (4) Tahap ke-empat adalah uji desain, dengan menganalisis beberapa pola tata ruang dan massa yang dapat menciptakan suatu hubungan ruang, baik melalui visual maupun sirkulasi, dan perhitungan matematis terkait standar ruang gerak Manusia. (5) Tahap lima merupakan pengembangan desain akhir. Hasil rancangan Museum Kereta Api terdiri dari dua fungsi bangunan, menggunakan pola sirkulasi memusat sebagai titik temu dalam upaya integrasi bangunan. Pada bangunan Museum menggunakan pola tata ruang linear sebagai upaya untuk mengarahkan pengunjung pada titik temu tersebut. Pengaplikasian konsep permukaan hijau diaplikasikan pada bukaan bangunan dalam bentuk taman vertical. Berdasarkan hasil evaluasi, integrasi antar fungsi bangunan telah tercapai melalui beberapa perpaduan konsep tata ruang dan massa, selain itu penempatan objek pameran luar pada pusat bangunan dapat menarik visual manusia. Penambahan simbol berupa sculpture dapat mempertegas fungsi Museum.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/1642
dc.publisherUII Yogyakartaen_US
dc.relation.ispartofseriesTugas akhir;
dc.subjectIntegrasi Bangunanen_US
dc.subjectFasad Hijauen_US
dc.subjectSirkulasien_US
dc.subjectVisual Manusiaen_US
dc.titleMuseum Kereta Apien_US
dc.title.alternativentegrasi Fungsi Museum Kereta Api dengan Fungsi Komersial, dan Penerapan konsep fasad hijauen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 12
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 cover.jpg
Size:
88.08 KB
Format:
Joint Photographic Experts Group/JPEG File Interchange Format (JFIF)
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
392.44 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 preliminari.pdf
Size:
2.82 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
893.48 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstract.pdf
Size:
340.28 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections