Pengaruh Basis Campuran PEG 4000 dan PEG 400 terhadap Sifat Fisik dan Disolusi Natrium Salisilat dari Sediaan Supositoria
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh basis campuran PEG 4000 dan PEG 400 dengan menggunakan supositoria natrium salisilat dalam berbagai macam perbandingan, yaitu : 85%: 15%; 75%:35%; 65%:35%; 55%:45%dan 45%:55% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi PEG 400 dan PEG 4000 sebagai basis supositoria pada sifat fisik dan disolusi supositoria natrium salisilat serta mencari formula terbaik yangmemberikan sifat fisik yang baik serta disolusi yang optimal. Dari kelima formula diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, uji kekerasan dan kerapuhan, uji waktu melarut serta uji titik lebur dengan 5 kali replikasi. Kelima formula mempunyai bobot yang seragam dan mempunyai nilai CV < 5%. Kekerasan supositoria, titik lebur dan waktu melarut semakin menurun dengan bertambahnya persen PEG 400. Pada penelitian ini kelima formula mempunyai waktu melarut antara 37-46 menit, pada uji titik lebur formula V yang meleburpaling mendekati suhu tubuh, 38,6 °C dan keempat formula lainnya mempunyai titik lebur jauh di atas suhu tubuh yaitu diantara 41-48 °C. Pada uji disolusi digunakan metode " Dissolution Efficiency" (DE) pada waktu 60 menit pada penelitian ini kecepatan pelarutan semakin besar dengan semakin tingginya persen PEG 400. Data dari uji kekerasan dan kerapuhan, uji titik lebur, uji waktu melarut serta uji disolusi dianalisis menggunakan statistik dengan analisis variasi satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Kemudian juga dilakukan uji korelasi dan didapat bahwa ada hubungan yang kuat antara penambahan PEG 400 dan PEG 4000 dengan sifat fisik dan disolusi supositoria natrium salisilat. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pada formula V yang mempunyai perbandingan PEG 400 dan PEG 4000 55% : 45% merupakan formula terbaik karena mempunyai waktu melarut ± 37,02 menit, mempunyai titik lebur yang paling mendekati suhu tubuh, yaitu ± 38,6° C serta mempunyai kecepatan pelarutan yang tertinggi yaitu 92,17% sehingga dari kelima formula absorpsi obat pada formula V paling cepat.