<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Komunikasi Lingkungan dan Praktik Kultural “circular Economy”: Implementasi Konsep Thrift dan Pemanfaatan Limbah Pakaian Sebagai Gaya Hidup Sehari-hari

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kebiasaan konsumsi pakaian yang berlebihan akibat budaya fast fashion telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan limbah tekstil, sehingga mendorong lahirnya gerakan alternatif seperti thrift yang sejalan dengan prinsip circular economy. Penelitian ini membahas tentang komunikasi lingkungan dalam praktik kultural circular economy melalui implementasi konsep thrift dan pemanfaatan limbah pakaian sebagai gaya hidup sehari-hari. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana praktik thrifting tidak hanya menjadi sebuah alternatif konsumsi, tetapi juga sebagai praktik komunikasi lingkungan yang menyuarakan kepedulian terhadap keberlanjutan ditengah maraknya budaya fast fashion. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan di Yogyakarta dan Cilegon yang merupakan pelaku thrift, baik sebagai penjual maupun konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrift telah menjadi bagian dari budaya urban yang menggabungkan ekspresi personal, kesadaran lingkungan, dan nilai keberlanjutan. Praktik ini berperan sebagai bentuk komunikasi non-verbal yang menyuarakan kritik terhadap industri fast fashion dan menjadi media penyampaian nilai-nilai circular economy melalui prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa thrift mampu membentuk pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pakaian, serta mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan sadar terhadap lingkungan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By