<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Implementasi Pendekatan Six Sigma Dmaic dan Strategi Perbaikan Berkesinambungan di Seed Production Unit (SPU) Untuk Mencapai Target Germination Rate dalam Produksi Benih Kelapa Sawit di PT Dami Mas Sejahtera

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

PT Dami Mas Sejahtera adalah perusahaan penghasil produk benih kelapa sawit terkemuka di Indonesia. Berlokasi di Riau, perusahaan ini menjadi salah satu produsen penghasil benih kelapa unggulan dengan varietas DxP (Dura x Pisifera) Dami Mas. Berdasarkan observasi dan pengamatan di lapangan, penulis mengamati dan menjumpai adanya penumpukan stok produk benih afkir atau cacat yang disusun di sudut ruangan secara bertumpuk menggunakan plastik polybag dan menunggu antrian untuk dimusnahkan dengan cara digiling. Selain itu dari hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung di lapangan, didapati ternyata PT Dami Mas Sejahtera kerap kali tidak mencapai target sasaran mutu tercapainya germination rate ≥ 80% sehingga menyebabkan banyaknya jumlah benih yang afkir atau benih yang telah dianggap tidak layak dan tidak viabel untuk ditanam dan diproses lebih lanjut. Maka dari itu kegiatan magang ini ditujukan guna mengetahui penerapan pendekatan six sigma DMAIC dengan acuan pedoman ISO:9001 2015 untuk mengidentifikasi adanya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi germination rate, kemudian penulis mengupayakan usulan untuk meningkatkan jumlah produksi menggunakan implementasi perbaikan berkesinambungan dengan

mengaplikasikan alat five-M checklist untuk pemecahan masalah dan kaizen five- step plan untuk memberikan usulan saran perbaikan. Setelah diidentifikasi,

ditemukan bahwa jenis afkir atau cacat yang paling mendominasi adalah sisa tak berkecambah (STB) yang menempati persentase terbesar yakni 67,29% dari total afkir atau cacat keseluruhan 19.640.461. Selain itu berdasarkan hasil analisis, faktor penyebab variasi yang memiliki dampak paling besar adalah dari sisi bahan (material) khususnya terkait kualitas bahan baku/materialnya karena bahan baku kerap kali belum memenuhi syarat dan ditemukannya material yang kualitasnya menurun akibat proses produksi sebelumnya.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By