Beda Tingkat Kecemasan Antara Mahasiswa Pria Dan Wanita Yang Terlambat Studi Di Angkatan 2008 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
| dc.contributor.author | Sando, Rima Adifusi 08711060 | |
| dc.date.accessioned | 2020-12-07T20:54:54Z | |
| dc.date.available | 2020-12-07T20:54:54Z | |
| dc.date.issued | 2012-08-02 | |
| dc.description.abstract | Lama pendidikan kedokteran terus mengalami perubahan. Di FK UII, pendidikan dokter dibagi dalam 2 tahap, yakni pendidikan preklinik dan pendidikan klinik. Untuk Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) lama pendidikan preklinik 3,5 tahun (7 semester) dan pendidikan klinik 1,5 tahun (3 semester) (Maharani, 2009). Beban pendidikan yang tinggi yang dialami oleh mahasiswa kedokteran dapat mengakibatkan munculnya rasa cemas yang mengancam, terutama pada mahasiswa yang terlambat studi karena memiliki beban yang lebih berat. Kecemasan merupakan pengalaman manusia yang universal dan suatu rasa yang tidak terekspresikan. Perasaan ini tidak terarah karena suatu sumber ancaman atau pikiran yang tidak jelas dan tidak teridentifikasi. Cemas sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Tujuan : untuk mengetahui beda tingkat kecemasan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang terlambat studi di Fakultas Kedokteran UII angkatan 2008. Metode : Penelitian ini menggunakan cross sectional. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2008 yang belum melaksanakan wisuda Periode Maret tahun 2012.Sampel penelitian harus memenuhi kriteria inklusi dan Kriteria eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampel penelitian menggunakan total sampling. Data primer berupa kuesioner yang dikenal dengan nama Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Hasil : Dari penelitian ini didapatkan hasil 27 (25,7%) responden tidak mengalami kecemasan, 35 (33,3%) responden mengalami kecemasan ringan, 36 (34,3%) responden mengalami kecemasan ringan dan 7 (6,7%) responden mengalami kecemasan berat. Pada responden perempuan 9 (15%) responden tidak mengalami kecemasan, 20 (33,3%) responden mengalami kecemasan ringan, 26 (43,3%) responden mengalami kecemasan sedang dan 5 (8,3%) mengalami kecemasan berat. Pada laki-laki terdapat 18 (40%) responden tidak mengalami kecemasan, 15 (33,3%) respnden mengalami kecemasan ringan, 10 (22,2%) responden mengalami kecemasan sedang dan 2 (4,4%) responden mengalami kecemasan berat. Dari perhitungan menggunakan analisis Chi-Square didapatkan hasil bahwa jenis kelamin dengan tingkat kecemasan memiliki nilai p = 0,017, nilai tersebut menunjukkan bahwa (p<0,05) Simpulan : Terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna dengan nilai p = 0.017 (p < 0.05) antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang mengalami terlambat studi di Fakultas Kedokteran UII Angkatan 2008. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Prof. DR. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ | en_US |
| dc.identifier.uri | http://hdl.handle.net/123456789/25705 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Jenis kelamin. | en_US |
| dc.subject | Terlambat Studi | en_US |
| dc.subject | Kecemasan | en_US |
| dc.title | Beda Tingkat Kecemasan Antara Mahasiswa Pria Dan Wanita Yang Terlambat Studi Di Angkatan 2008 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
Files
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed upon to submission
- Description: