PERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT PENGAKHIRAN PERJANJIAN SECARA SEPIHAK (Studi Kasus Putusan No. 50/ Pdt.G/ 2009/ PN Klt)
| dc.contributor.author | MAKMURIN KUSUMASTUTI, 0991 2458 | |
| dc.date.accessioned | 2018-07-21T17:21:37Z | |
| dc.date.available | 2018-07-21T17:21:37Z | |
| dc.date.issued | 2011-01-08 | |
| dc.description.abstract | Sesuai dengan Buku 111 KITH Perdata yang menganut sistem terbuka, para pihak bebas mengadakan perjanjian dengan siapapun dan menentukan syaratsyaratnya, pelaksanaan dan bentuk perjanjiannya. Salah satu penyebab suatu perjanjian akan berakhir adalah telah ditentukan dalam perjanjian oleh para pihak . Ketika salah satu pihak mengakhiri suatu perjanjian, sebelum waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian, maka pihak tersebut telah melakukan pengakhiran perjanjian secara sepihak . Apabila jangka waktu perjanjian telah berakhir, ketika mengakhiri perjanjian tersebut, bukanlah merupakan pengakhiran perjanjian secara sepihak, sehingga bukan merupakan perbuatan yang melawan hukurn . Suatu pengakhiran perjanjian secara sepihak dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang melawan hukurn, apabila terdapat kesewenangan salah satu pihak dalam memutus dan mengakhiri perjanjian, sehingga menyebabkan terlanggarnya hak subyektif orang lain dan bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku serta berakibat menirnbulkan kerugian pada salah satu pihak dan mewajibkan kepada pihak yang menimbulkan kerugian, untuk mengganti kerugian tersebut | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/9288 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.title | PERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT PENGAKHIRAN PERJANJIAN SECARA SEPIHAK (Studi Kasus Putusan No. 50/ Pdt.G/ 2009/ PN Klt) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |