<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

FENOMENA PLACEMAKING TERHADAP BATASAN TAK TERLIHAT PADA AKTIVITAS SANTRIWAN DAN SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN KALIMOSODO (Studi kasus : Tata Ruang Pondok Pesantren Kalimosodo)

Abstract

Pondok Pesantren Kalimosodo menawarkan sistem pembelajaran tahfiz, mengaji, dan kajian keislaman untuk santri dari sekolah dasar hingga sekolah menengah serta masyarakat yg sekitar. Pesantren ini menyediakan penginapan santri yang berada di satu bangunan yang sama, sehingga secara langsung terjadi interaksi lawan jenis. Meskipun tidak ada batasan fisik yang jelas, namun secara tidak langsung telah terbentuk fenomena placemaking yang membatasi gerak santriwan dan santriwati yang dimana mereka membatasi ruang gerak secara mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi pembatasan ruang terhadap aktivitas santri sehingga terciptanya fenomena batasan ruang tak terlihat dalam membatasi aktivitas antar santri baik dari pihak santri sendiri maupun pengurus pondok. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung kepada ustadz sekitar pesantren, santriwan dan santriwati, pengurus pesantren, observasi aktivitas santriwan dan santriwati, dan studi literatur. Hasil dari penelitian pesantren ini adalah adanya strategi pembatasan ruang dalam melakukan aktivitas di pesantren yang ditandai dengan penyesuaian simbol arsitektur yang ada, sehingga terciptanya batasan secara tak terlihat yang dimana fenomena tersebut hadir karena adanya kesadaran diri dari santri dan pengawasan oleh pengurus pondok sekaligus merespon terbatasnya lahan pada pondok pesantren.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By