Pemanfaatan Model Deep Learning Untuk Memprediksi Kebutuhan Jarum Suntik di Rumah Sakit
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Manajemen persediaan alat kesehatan merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran
pelayanan medis, terutama pada ketersediaan jarum suntik yang menjadi alat esensial dalam
kegiatan perawatan pasien. Ketidakseimbangan antara permintaan dan stok sering
menyebabkan kekurangan maupun kelebihan persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan model prediksi kebutuhan jarum suntik di Rumah Sakit Universitas Islam
Indonesia dengan menerapkan metode Long Short-Term Memory (LSTM) serta
membandingkannya dengan metode Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA).
Data yang digunakan terdiri dari 546 catatan penjualan harian jarum suntik Spuit BD 10cc
di bagian rawat inap selama periode Januari 2024 hingga Juni 2025. Sebelum pemodelan,
data diproses melalui normalisasi agar sesuai dengan kebutuhan algoritma. Model LSTM
dibangun untuk memprediksi kebutuhan tujuh hari ke depan, sedangkan ARIMA digunakan
sebagai pembanding metode statistik konvensional. Evaluasi dilakukan menggunakan
metrik Root Mean Squared Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).
Hasil menunjukkan bahwa model LSTM memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan
nilai RMSE sebesar 13,78 dan MAPE 10,37%, sedangkan ARIMA menghasilkan RMSE
sebesar 222,12 dan MAPE 70,79%. Temuan ini membuktikan bahwa LSTM lebih unggul
dalam mengenali pola non-linier dan fluktuasi permintaan alat medis. Model ini diharapkan
dapat membantu rumah sakit dalam perencanaan pengadaan yang lebih efisien dan
mengurangi risiko kekurangan stok alat kesehatan.