<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Guru Pai Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Ma Almuzammil Kec.balapulang Kab.tegal

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PAI dalam membentuk karakter religius religuis siswa MA Al-Muzammil Kec.Balapulang Kab.Tegal dan faktor pendukung serta faktor penghambat yang dihadapi guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa MA Al-Muzammil Kec.Balapulang Kab.Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Madrasah Aliyah Al Muzzammil Balapulang yang meliputi kepala sekolah, Guru PAI, dan siswa. Teknik uji validitas data dengan menggunakan Teknik triangulasi dan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa MA Al-Muzammil Kec.Balapulang Kab.Tegal, yaitu: guru PAI bukan hanya berperan sebagai pendidik dan pengajar namun lebih luas dari itu guru PAI memiliki peran yang sangat penting sebagai pembimbing, model dan teladan, dan evaluator. Pendidikan nilai karakter religiusitas di MA Al-Muzammil mengalami

progres yang sangat baik bagi peserta didik dimana mereka lebih patuh pada aturan- aturan sekolah dan tidak ada perilaku membolos seperti sebelumnya. Siswa lebih

terbiasa dan mengamalkan ritual ibadah yaitu salat duha salat berjamaah dan setelah sholat zuhur dengan kultum. hasil itu semua. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi guru PAI dalam membentuk karakter religius yaitu: a. Faktor pendukung: 1) faktor keluarga, 2) faktor lingkungan sekolah, 3) faktor sarana dan prasarana, 4) faktor pendekatan guru kepada murid dengan menggunakan beberapa metode dalam membentuk karakter religius, di antaranya metode hiwar atau percakapan, metode qishash atau cerita, metode uswah atau keteladanan, metode ceramah, metode pendidikan dengan nasihat, dan metode pembiasaan. b. Faktor penghambat: 1) keterbatasan waktu, 2) faktor lingkungan yang tidak mendukung, 3) faktor emosional.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By