<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pemanfaatan Limbah Sumpit Sebagai Adsorben untuk menurunkan Kadar Kadmium (Cd) pada Limbah Cair dengan Metode Batch

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sumpit adalah peralatan makan yang berasal dari Asia Timur, terdiri dari dua batang dengan panjang yang sama yang dipegang di antara jari-jari satu tangan. Sumpit digunakan untuk memegang makanan dan memindahkannya dari wadah, dari satu piring ke piring lainnya, atau untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Media sumpit bambu memiliki kandungan selulosa (C6H10O5)n yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai biosorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan 2 perlakuan berbeda (diaktifkan dengan asam sitrat 0,4 M dan non-aktif) media sorben sumpit bambu terhadap adsorpsi ion Kadmium (Cd) dalam air. Adsorpsi dilakukan menggunakan sistem batch dengan variabel massa sorben, pH larutan, waktu kontak, dan konsentrasi awal Cd pada suhu ruang (25oC). Gugus fungsi adsorben ditentukan dengan FTIR, morfologi adsorben ditentukan dengan SEM, dan kapasitas adsorpsi adsorben diperoleh dengan menggunakan model isoterm Langmuir dan Freundlich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk larutan Cd 50 mg/l, kondisi optimal adalah massa adsorben 200 mg, pH larutan 7 dan waktu kontak 120 menit. Kapasitas adsorpsi adsorben bambu nonaktif dan aktif masing-masing adalah 47,84 mg/g dan 57,471 mg/g. Penelitian menunjukkan bahwa limbah sumpit bambu dapat digunakan sebagai adsorben ion logam berat, dan isoterm Langmuir cocok untuk adsorpsi ion Kadmium dalam air.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By