<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan antara Husnuzan dengan Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal yang Belum Menikah

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Fenomena meningkatnya kecemasan terhadap pernikahan pada dewasa awal yang populer dengan istilah tren “marriage is scary” menunjukkan bahwa kesiapan menikah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal, tetapi juga faktor psikologis dan spiritual individu. Salah satu faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kesiapan menikah adalah husnuzan, yaitu sikap berprasangka baik kepada Allah maupun kepada sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara husnuzan dan kesiapan menikah pada dewasa awal yang belum menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang berjumlah 212 dewasa awal yang belum menikah. Studi ini menggunakan skala The Criteria Marriage Readiness Questionnaire yang diadaptasi serta skala Husn Al-Zhann. Hasil analisis studi ini menunjukkan bahwa husnuzan memiliki hubungan positif dengan kesiapan menikah pada kelompok dewasa awal yang belum manikah. Husnuzan berperan sebagai mekanisme psikologis yang membantu individu memandang pernikahan secara lebih positif serta mengelola ketidakpastian masa depan dengan lebih adaptif. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi individu dalam memandang diri, orang lain, serta Allah, akan semakin besar kesiapan dalam menghadapi pernikahan di masa mendatang.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By