<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Prarancangan Pabrik Asetaldehid dari Etanol dengan Proses Dehidrogenasi Kapasitas 22.200 Ton/tahun

dc.Identifier.NIM19521102
dc.Identifier.NIM18311468
dc.contributor.authorAzhar, Fikri
dc.contributor.authorAkbar, Muhammad Daffa Arib
dc.date.accessioned2024-01-17T01:40:37Z
dc.date.available2024-01-17T01:40:37Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractAsetaldehid merupakan bahan kimia intermediet yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam asetat, asam laktat, ethyl acetate, pentaerythrytol, n- butanol, dan beberapa bahan kimia lainnya. Sampai saat ini kebutuhan asetaldehid di Indonesia masih bergantung pada kegiatan impor. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 2017-2021 terdapat peningkatan jumlah impor yang signifikan terutama pada tahun 2021. Oleh karena itu, akan dibangun pabrik asetaldehid berbahan baku etanol dengan kapasitas produksi 22.200 ton/tahun. Pabrik akan didirikan di daerah Sragen, Jawa Tengah seluas 30.720 m2 . Produksi asetaldehid dari etanol menggunakan proses dehidrogenasi yaitu pelepasan hidrogen dari senyawa dengan bantuan katalis Cu- Cr yang berlangsung didalam reaktor fixed bed multitube. Proses ini dilakukan pada kondisi operasi tekanan 1 atm dan suhu 260°C. Kemudian keluaran reaktor akan dimurnikan menggunakan menara distilasi untuk memperoleh produk akhir berupa asetaldehid dengan kemurnian 99,5%. Untuk mencapai kapasitas produksi 22.200 ton/tahun diperlukan etanol sebanyak 24.759,265 ton/tahun dan katalis Cu-Cr sebanyak 25.785 kg/tahun. Selain itu pabrik membutuhkan komponen penunjang speperti air pendingin 176.663,3932 kg/jam, steam 61.718,12744 kg/jam, udara tekan 24,2986 m3 /jam, listrik 300,0271 kW, solar 98,3225kg/jam dan fuel oil 162,4003 kg/jam. Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, pabrik asetaldehid yang dibangun termasuk dalam kategori risiko rendah (low risk) dengan perolehan keuntungan setelah pajak sebesar Rp 168.188.412.260, Return on Investment setelah pajak sebesar 23%, Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 3,07 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 55,067 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 35 % dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 22,4806 %. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik asetaldehid layak secara ekonomi untuk didirikan.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/46642
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAsetaldehiden_US
dc.subjectDehidrogenasien_US
dc.subjectFixed Beden_US
dc.subjectEtanolen_US
dc.subjectKatalis Cu-Cren_US
dc.titlePrarancangan Pabrik Asetaldehid dari Etanol dengan Proses Dehidrogenasi Kapasitas 22.200 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19521102.pdf
Size:
2.24 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: