Studi Kuantitatif Penggunaan Antibiotik untuk Pasien Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyyah Yogyakarta Periode Tahun 2021-2023 berdasarkan Klasifikasi AWaRe
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi kejadian resistensi antibiotik menjadi masalah utama di berbagai negara. Berdasarkan data WHO menunjukkan adanya peningkatan penggunaan antibiotik setiap tahunnya. Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan meningkatnya resistensi, maka dari itu evaluasi penggunaan antibiotik perlu dilakukan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik untuk pasien rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta selama periode 2021 - 2023 betrdasarkan jenis dan kuantitasnya berdasarkan klasifikasi Access Watch Reserve (AWaRe).
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Anatomical Theurapetic Chemical (ATC) dan unit perhitungan Defined Daily Dose (DDD). Selanjutnya, Kuantitas penggunaan untuk setiap kategori antibiotik yang sudah dihitung dalam satuan DDD/100 hari rawat inap akan diklasifikasikan berdasarkan AWaRe dan dibandingkan pertahun selama periode 2021-2023.
Hasil : Empat Jenis antibiotik tertinggi dengan DDD 100 HR yaitu seftriakson dengan nilai 8,53 DDD/100HR, sefiksim 4,88 DDD/100HR, dan levofloksasin 4,61 DDD/100 HR dan azitromisin 4,16 DDD/100HR. Berdasarkan kategori AWaRe, penggunaan golongan Access sebanyak 23,64%, golongan Watch sebanyak 74,29%, dan golongan Reserve sebanyak 2,07%.
Kesimpulan: Profil tertinggi penggunaan antibiotik yaitu kategori Watch adalah seftriakson, sefiksim, levofloksasin dan azitromisin.