Pengaruh Keagamaan terhadap Motivasi Kerja (Studi Kasus Pedagang Rumah Makan Padang Kota Yogyakarta)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Agama sebagai perangkat ajaran menempati suatu wilayah normatif ideologis dalam dunia kesadaran sosiologis manusia. keyakinan manusia terhadap suatu agama akan mendorong mereka untuk berjuang dan berkorban guna mewujudkan ketenangan dan ketenteraman bagi jiwa dan raga. Salah satu ciri khas masyarakat Minangkabau perantauan adalah selalu siap bersaing dengan siapapun untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai kemuliaan seperti yang dimiliki oleh orang lain. Usaha tersebut diwujudkan dengan bekerja keras dan bersungguh-sungguh. Penelitian ini dilakukan dengan asumsi bahwa ajaran Islam memiliki nilai- nilai yang dapat memberi motivasi kepada kegiatan ekonomi. Untuk itu perlu diteliti nilai-nilai universal dalam ajaran Islam yang memiliki kemampuan transformatif, khususnya yang menyangkut kesadaran beragama sebagai faktor yang otonom dan mampu memberi corak pada sistem perilaku penganutnya. Dipilihnya para pedagang Minangkabau yang bergerak usaha Rumah Makan Padang didasarkan pada pertimbangan bahwa komunitas ini memiliki ein yang menjadi pokus utama dalam penelitian, yakni ketaatan beragama dan kegiatan dagang. Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif analisis dengan pendekatan observasi, wawancara dan kuisioner dengan menggunakan area sampling (pengambilan sebagian populasi). Populasi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 25% dari jumlah pemilik rumah makan padang yang ada di Kota Yogyakarta. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner/angket untuk semua variabel penelitian. Data penelitian diolah dengan analisis chi-square, uji korelasi dan uji regresi dengan menggunakan analisis statistik dan memakai bantuan komputer, program SPS (Seri Program Statistik) edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata ditemukan bahwa tingkat keagamaan yang tinggi secara umum tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja. Terdapat beberapa dimensi yang ikut berpengaruh, yakni dimensi pengetahuan dan dimensi sosial. Dimensi yang tidak berpengaruh adalah dimensi keyakinan, ibadah dan dimensi pengalaman. Ditemukan pula beberapa variabel yang fungsional terhadap variabel lain sesuai dengan apa yang diharapkan dan variabel yang bersifat disfungsional yang tidak sesuai dengan keinginan.