<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Saga (Abrus Precatorius Linn) pada Sel Raw 264.7

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Sistem imun merupakan pertahanan terhadap benda asing atau mikroorganisme. Tanaman herbal sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan menjaga daya tahan tubuh. Salah satunya yaitu tanaman saga. Tanaman saga memiliki kandungan berupa flavonoid yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa dalam ekstrak etanol Abrus precatorius Linn dan pengaruh ekstrak etanol Abrus precatorius Linn terhadap viabilitas sel RAW 264.7. Metode: Simplisia Abrus precatorius Linn yang didapatkan dari Klinik Saintifikasi Jamu B2P2TOOT dikeringkan dengan suhu 50℃ selama 6 jam kemudian dijadikan serbuk halus. Pembuatan ekstrak menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode Ultrasound Assisted Extraction dilanjutkan penggunaan rotary evaporator dan waterbath untuk mendapatkan ekstrak kental. Senyawa dalam ekstrak diketahui menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan penyemprotan reagen untuk identifikasi senyawa flavonoid dan alkaloid. Pengujian viabilitas sel RAW 264.7 dilakukan dengan mengukur absorbansi menggunakan ELISA reader dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel untuk mendapatkan persentase dari viabilitas sel dan nilai IC50. Hasil: Ekstrak Abrus precatorius Linn yang diperoleh dengan nilai rendemen 11,46%. Berdasarkan hasil KLT, terdapat senyawa flavonoid pada nilai Rf 0,87 (biru) dan 0,76 (kuning). Ekstrak pada konsentrasi hingga 50 µg/mL meningkatkan poliferasi sel dengan persen viabilitas sel lebih dari 90% dengan perolehan nilai IC50 sebesar 270,321 µg/mL. Kesimpulan: Ekstrak etanol Abrus precatorius Linn mengandung senyawa flavonoid yang dapat mempengaruhi pertumbuhan sel RAW 264.7 dengan berbagai konsentrasi dan disarankan untuk melakukan pengujian berikutnya menggunakan konsentrasi 50 µg/mL.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By