Analisis Pengendalian Bahan Baku Guna Efisiensi Biaya Persediaan Menggunakan Perbandingan Metode EOQ dan Min-Max pada Industri Percetakan
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
CV. XYZ menghadapi permasalahan dalam sistem pengadaan bahan baku Buku LKS 64 Halaman (Stiching) akibat periode pemesanan dua minggu sekali yang tidak mampu mengikuti fluktuasi permintaan pasar. Hal ini menyebabkan terjadinya understock pada puncak produksi, rendahnya safety stock, serta pembengkakan biaya pemesanan (ordering cost) akibat frekuensi pemesanan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan baku vital, menentukan parameter pemesanan yang optimal, dan mendapatkan efisiensi biaya terbaik dari parameter yang telah ditentukan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi Analisis ABC dan Material Requirement Planning (MRP) untuk pengelompokan bahan baku (Kategori A). Kemudian perbandingan metode pengendalian persediaan antara kebijakan aktual perusahaan dengan Metode Min-Max Stock, dan Economic Order Quantity (EOQ) yang didasarkan pada metode peramalan dengan nilai error terendah. Hasil penelitian melalui integrsi analisis ABC dan MRP menunjukkan bahwa terdapat empat bahan baku Kategori A dengan urgensi investasi, pengaruh produksi tertinggi, dan mengalami permasalahan pada sistem pengadaannya. Yaitu Kertas Web (Roll), Kertas Cover, Tinta Web (Isi), dan Tinta Cover. Hasil forecasting menunjukan bahwa tiga bahan baku (Kertas Web (Roll), Tinta Web (Isi), dan Tinta Cover) memiliki akurasi terbaik dengan Metode Seasonal Naive dan satu bahan baku (Kertas Cover) dengan Metode Triple Exponential Smoothing. Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa metode EOQ merupakan strategi yang paling optimal dibandingkan Metode Min-Max maupun kebijakan aktual. Perhitungan Metode EOQ mampu menghasilkan penghematan biaya yang signifikan, dengan efisiensi tertinggi pada Tinta Cover sebesar 88%. Penerapan strategi ini memastikan operasional perusahaan tetap stabil dengan total biaya persediaan yang jauh lebih efisien.