<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Tinjauan Konsep Segitiga Kekerasan Terhadap Kasus Femisida Di Meksiko Tahun 2019-2021

dc.Identifier.NIM18323160
dc.contributor.authorTEDDY FARHAN
dc.date.accessioned2022-09-08T02:45:58Z
dc.date.available2022-09-08T02:45:58Z
dc.date.issued2022-06-06
dc.description.abstractFemisida atau pembunuhan karena dia perempuan, menjadi permasalahan yang belum bisa terselesaikan di Meksiko. Posisi geografis yang berbatasan langsung dengan AS serta lemahnya sistem keamanan di perbatasan kedua negara tersebut mengakibatkan Meksiko terkenal akan kartel narkoba yang menyebabkan femisida. Kebijakan Andrés Manuel López Obrador yang tidak memihak perempuan dan adanya Covid-19 menjadi alasan lain akan hadirnya femisida. Oleh karenanya, dalam kasus femisida di Meksiko, akan ditinjau menggunakan konsep Segitiga Kekerasan oleh Johan Galtung. Di mana membagi kekerasan kultural, structural, dan langsung. Dapat dikatakan bahwasanya adanya femisida di Meksiko pada awalnya berawal kekerasan kultural yang melingkupi agama, bahasa, seni, dan ideologi. Lalu berlanjut, kepada kekerasan struktural di mana secara tidak langsung menciptakan lingkungan yang meminggirkan perempuan, dan dari sana muncul adanya kekerasan langsung yang berujung pada kematian perempuan.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/39092
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFemisidaen_US
dc.subjectMeksikoen_US
dc.subjectKebijakanen_US
dc.subjectAndrés Manuel López Obradoren_US
dc.subjectCovid- 19, dan Segitiga Kekerasanen_US
dc.titleTinjauan Konsep Segitiga Kekerasan Terhadap Kasus Femisida Di Meksiko Tahun 2019-2021en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
18323160.pdf
Size:
1.28 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: