<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Psikofarmaka Di Seluruh Puskesmas Di Kota Yogyakarta Tahun 2019 — 2021

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

DOI

Abstract

Latar belakang : Prevalensi angka kejadian gangguan jiwa menurut Riskesdas tahun 2018 prevalensi tertinggi terdapat di Bali mencpai angka 11,1% sedangkan DIY menempati urutan ke-2 dengan mencapai angka 10,4%. Prevalensi penggunaan obat psikofarmaka golongan antipsikotik di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta pada tahun 2017 regimen antipsikotik kombinasi 2 obat, dengan kombinasi terbanyak adalah risperidon + klozapin (31,95%). Regimen antipsikotik tunggal yang digunakan hanya risperidon (8,24%).

Tujuan : Untuk mengetahui penggunaan psikofarmaka untuk seluruh puskesmas di kota Yogyakarta pada tahun 2019-2021 berdasarkan jenis dan kuantitas yang dihitung dengan metode ATC/DDD.

Metode : Metode yang digunakan adalah Anatomical therapeutic Chemical (ATC)/Defined Daily Dose (DDD) dan Drug Utilization 90% (DU 90%). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif berupa data penggunaan psikofarmaka yang diambil di IFK Dinkes Yogyakarta. Data yang diambil berupa data penggunaan obat pada tahun 2019-2021 meliputi data jenis psikofarmaka, bentuk sediaan dan kekuatan serta kuantitas penggunaan. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan metode ATC/DDD untuk mengetahui jenis dan kuantitas penggunaan psikofarmaka.

Hasil : Terdapat 7 jenis obat psikofarmaka yang digunakan di seluruh Puskesmas Kota Yogyakarta selama tahun 2019-2021 yaitu Diazepam, Amittriptilin, Fluokesetin, Flufenazin Dekonoate, Haloperidol, Haloperidol Dekanoat, dan Risperidone. Penggunaan terbanyak yaitu haloperidol 96,51; risperidone 86,33; dan diazepam 82,14 DDD/1000 penduduk. Obat psikofarmaka yang masuk segmen DU90% ada 3 obat yaitu Haloperidol, Risperidone, dan Diazepam.

Kesimpulan : Selama tahun 2019-2021 jenis psikofarmaka yang digunakan di seluruh Puskesmas di Kota Yogyakarta tidak mengalami perubahan, namun kuantitas penggunaannya menurun dari tahun ke tahun.

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By