<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pemantauan Clinical Outcome Penggunaan Obat Pada Pasien Dengan Gangguan Tiroid di RSUD Kota Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Gangguan tiroid merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia yang dapat menyebabkan komplikasi, sehingga pemantauan clinical outcome perlu dilakukan agar terapi yang dijalani lebih aman dan efektif. Tujuan: Menganalisis pengaruh karakteristik pasien dan potensi interaksi obat terhadap clinical outcome penggunaan obat tiroid. Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional. Efektivitas terapi dievaluasi berdasarkan nilai TSH dan FT4, ROTD berdasarkan keluhan pasien atau parameter objektif, sedangkan potensi interaksi obat mayor berdasarkan drugs.com dan UpToDate Lexidrug. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik (p<0,05). Hasil: Penelitian ini melibatkan 139 pasien hipertiroid dan 10 pasien hipotiroid. Regimen pengobatan terbanyak pada hipertiroid adalah kombinasi MMI dan propranolol (38,1%), sedangkan seluruh pasien hipotiroid menggunakan levothyroxine (100%). Efektivitas terapi mencapai 70,5% pada hipertiroid dan 90% pada hipotiroid. Durasi pemantauan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas terapi (p=0,005; OR 6,24; CI95% 1,72-22,54). Kejadian ROTD pada hipertiroid terjadi pada 50 pasien (hipotiroid iatrogenik 12%), sedangkan 2 pasien hipotiroid mengalami hipertiroid iatrogenik. Tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pasien dengan ROTD (p>0,05). Tidak ditemukan potensi interaksi obat mayor. Kesimpulan: Regimen terapi gangguan tiroid menunjukkan efektivitas yang baik, namun kejadian ROTD iatrogenik perlu diberikan perhatian khusus.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By