Representasi Hustle Culture dalam Album Musik Memorandum Karya Perunggu
| dc.Identifier.NIM | 20321300 | |
| dc.contributor.author | Muhammad, Ilham Nadhip | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-19T01:52:15Z | |
| dc.date.available | 2024-12-19T01:52:15Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terhadap pemaknaan representasi hustle culture pada album musik berjudul Memorandum karya band Perunggu. Dalam penelitian yang dilaksanan menggunakan metode semiotika yang dikemukakan Ferdinand de Saussure yang berfokus pada aspek Penanda dan Petanda dalam 11 lagu pada album Memorandum dari Perunggu yang berisikan mengenai penggambaran hustle culture yang disampaikan melalui lirik lagu kepada pendengarnya. Adapun teori pendukung dalam penelitian ini adalah musik sebagai media komunikasi, representasi dan hustle culture. Berdasarkan hasil analisis semiotika dalam album Memorandum diperoleh hasil bahwa lirik dari 11 lagu dalam album Memorandum menunjukan adanya aspek elemen yang berkaitan representasi hustle culture yang disampaikan oleh band Perunggu yakni stress berlebih, kurangnya waktu untuk kehidupan pribadi, burnout, pengembangan diri yang berlebih, lingkungan yang penuh dengan hiruk pikuk, konstruksi sosial : sukses yang selalu diraih dengan bekerja terus menerus. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/54017 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Representasi | en_US |
| dc.subject | Hustle Culture | en_US |
| dc.subject | Semiotika | en_US |
| dc.subject | Musik | en_US |
| dc.title | Representasi Hustle Culture dalam Album Musik Memorandum Karya Perunggu | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |