Evaluasi Peresapan Obat Dan Pelayanan Pasien Berdasarkan Indikator WHO 1993 Pada Pasien Program Rujuk Balik Di Apotek Mitra Bamjarmasin
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Latar belakang: Pengendalian penyakit kronis dilakukan BPJS Kesehatan dengan
menjamin ketersediaan obat penderita penyakit konis melalui program rujuk balik
(PRB), namun peresepan obat dan pelayanan pasien PRB di Indonesia belum
memenuhi standar.
Tujuan: Mengevaluasi peresepan obat dan pelayanan pasien PRB berdasarkan indikator WHO 1993 di Apotek Mitra, serta mengetahui hubungan antara waktu penyerahan obat dan karakteristik responden terhadap pengetahuan responden.
Metode: Observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan rumus indikator WHO serta dianalisis statistik menggunakan uji chi-square dan spearman test.
Hasil: Rata-rata item obat perlembar resep 3.11. persentase peresepan obat dengan nama generik 87.53%, persentase peresepan antibiotik 0%, persentase peresepan obat sediaan injeksi 2.24% dan persentase peresepan obat sesuai formularium 100%. Rata-rata waktu penyerahan obat 56,44 detik, persentase obat terlayani 80.58%, persentase obat dengan etiket lengkap 0%, dan persentase pengetahuan tentang obat 58,96%. Analisis statistik menunjukkan hubungan terhadap pengetahuan sebagai berikut, usia (P-value 0,000), jenis kelamin (P-value 0,472), pendidikan (P-value 0,718), pekerjaan (P-value 0,269), dan waktu penyerahan obat (P-value 0,360).
Kesimpulan: Indikator peresepan obat yang tidak memenuhi standar adalah rata- rata item obat perlembar resep dan persentase peresepan obat dengan nama generik, sedangkan indikator pelayanan pasien seluruhnya belum memenuhi standar. Terdapat hubungan antara usia responden terhadap pengetahuan responden.